GENMILENIAL.ID — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi memberhentikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.
Keputusan itu tertuang dalam surat edaran resmi yang menyatakan bahwa Gus Yahya tidak lagi memiliki hak atas atribut maupun kewenangan organisasi.
Menurut surat tersebut, kekosongan posisi Ketua Umum akan diambil alih sementara oleh Rais Aam PBNU hingga struktur kepemimpinan baru ditetapkan melalui rapat pleno.
Bermula dari risalah Rapat Syuriyah PBNU
Keputusan pemberhentian ini merujuk pada risalah Rapat Syuriyah PBNU yang menilai adanya pelanggaran prinsip organisasi, salah satunya undangan narasumber yang disebut terafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan AKN NU, program kaderisasi tertinggi PBNU.
Tindakan itu dinilai bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta dasar organisasi.
Selain itu, rapat juga menyinggung dugaan pelanggaran tata kelola keuangan yang memenuhi dasar pemecatan tidak hormat.
Dalam rapat tersebut, 37 dari 53 anggota pengurus harian Syuriyah sepakat mendesak Gus Yahya mundur, dan bila tidak dalam waktu tiga hari, maka pemberhentian dilakukan langsung.
Baca Juga: Roy Suryo bocorkan isi Gibran’s Black Paper: soroti akun Fufufafa hingga klaim ijazah SMA
Skandal undangan narasumber Zionis jadi pemicu utama
Rapat Harian Syuriyah pada Minggu, 23 November 2025, menyebut tindakan mengundang narasumber terafiliasi Zionisme telah mencederai marwah organisasi, terlebih di tengah kecaman dunia terhadap kebijakan Israel.
Rapat menilai peristiwa itu memenuhi ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025 tentang pemberhentian fungsionaris.
Aspek keuangan juga disorot karena dinilai berpotensi mengancam legalitas badan hukum PBNU.
Artikel Terkait
PBNU: Muhammadiyah telah menciptakan kemakmuran untuk bangsa
Tanggapan PBNU hingga Baznas tentang penggunaan zakat untuk danai Makan Bergizi Gratis yang jadi pro-kontra
PBNU dan ormas Islam serukan ketertiban publik, Gus Yahya ajak masyarakat tenang di tengah gejolak demo nasional
NU diminta jadi pilar pembangunan Subang, Sekda Asep Nuroni tekankan sinergi
Gus Dur diusulkan jadi pahlawan nasional, Cak Imin: Demokrasi Indonesia tumbuh dari nilai pesantren
Kontroversi pemakzulan Gus Yahya: Rapat harian Syuriyah dinilai tak punya kewenangan pecat Ketum PBNU
Gus Yahya lawan balik isu pemecatan: Klaim tetap sah sebagai Ketum PBNU dan tolak mundur