Punya fasilitas pendidikan yang mumpuni, ada nama Gus Miek hingga Boy Thohir di balik berdirinya Pesantren Al Hamid

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 30 September 2026 | 00:01 WIB
Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur kini menjadi salah satu lembaga pendidikan ribuan santri dan jadi tempat berkumpul para ulama NU (Dok. Istimewa)
Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur kini menjadi salah satu lembaga pendidikan ribuan santri dan jadi tempat berkumpul para ulama NU (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Pesantren Al Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur, kini berkembang dengan sekitar 1.800 santri.

Di balik perjalanan pesantren tersebut, terdapat amanah KH Chamim Jazuli atau Gus Miek serta dukungan sejumlah tokoh, termasuk pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir.

Gagasan mendirikan pesantren di Jakarta bermula dari keinginan Gus Miek yang kemudian disampaikan kepada KH Hamid Djiman, seorang pengusaha swasta sekaligus pengagum dan pengikutnya.

Baca Juga: Bansos beras 30 kg lanjut sampai akhir tahun 2026, siapa yang berhak mendapatkan?

Pengasuh Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid, mengatakan pendirian pesantren tersebut berawal dari pesan Gus Miek dan KH Munif Djazuli kepada ayahnya.

“Berawal dari perintah sang guru romo Kiai Hamim Djazuli atau lebih dikenal atau akrab disapa dengan Gus Miek dan Romo Kiai Munif Djazuli yang mana beliau berdua memerintahkan kepada ayahanda kami Abah KH Hamid Djiman untuk membuat ponpes di lahan milik pribadi beliau,” ujar Lukman dalam pembukaan Munas dan Konbes NU 2023 silam.

Pesantren Al Hamid berdiri di Cilangkap dan Pondok Ranggon

Untuk merealisasikan amanah tersebut, KH Hamid Djiman mendirikan Yayasan Mantab Sejahtera.

Baca Juga: Insiden Bekasi Timur: Masinis KA Argo Bromo Anggrek jadi tersangka, terancam penjara hingga 12 tahun

Yayasan itu kemudian membebaskan dua bidang tanah untuk pembangunan Pesantren Al Hamid Putra di Cilangkap dan Pesantren Al Hamid Putri di Pondok Ranggon.

Pesantren putra berdiri di atas lahan sekitar 65.000 meter persegi. Sementara pesantren putri menempati lahan sekitar 35.000 meter persegi.

Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari asrama, gedung madrasah hingga berbagai fasilitas pendukung kegiatan santri.

Dalam proses pembangunan tersebut, KH Hamid Djiman mendapat dukungan dari sahabatnya, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, yang saat itu menjabat Direktur Utama Adaro Energy Indonesia.

Baca Juga: Sempat membaik, warga Palangka Raya kembali teriak kabut asap selimuti kota: Makin pekat, aroma yang menyengat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X