Peringati malam Nisfu Syaban, Ponpes Riyadhus Solihin santuni 150 yatim dan salurkan bantuan untuk korban banjir Pantura

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 3 Februari 2026 | 13:50 WIB
Pondok Pesantren Riyadhus Solihin menggelar santunan ratusan anak yatim dalam peringatan malam Nisfu Syaban di Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Senin malam, 2 Februari 2026
Pondok Pesantren Riyadhus Solihin menggelar santunan ratusan anak yatim dalam peringatan malam Nisfu Syaban di Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Senin malam, 2 Februari 2026

GENMILENIAL.ID — Pondok Pesantren Riyadhus Solihin di Kampung Jabong, Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, menggelar peringatan malam Nisfu Syaban yang dirangkaikan dengan santunan ratusan anak yatim, Senin malam, 2 Februari 2026.

Kegiatan keagamaan ini diisi dengan dzikir dan doa bersama, sekaligus menjadi momentum kepedulian sosial pesantren terhadap anak-anak yatim serta warga terdampak banjir di wilayah Pantura Subang.

Santunan yatim dari berbagai desa

Ketua Panitia kegiatan, Rizqi Reza El Achada, menyampaikan bahwa santunan diberikan kepada sekitar 150 anak yatim yang berasal dari Desa Jabong dan sejumlah wilayah sekitar.

Baca Juga: Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah

“Agenda ini merupakan kegiatan tahunan pesantren dalam rangka memperingati malam Nisfu Syaban. Ada 150 yatim dari Desa Jabong yang terdiri dari empat dusun, serta dari wilayah Sadawarna, Gardu Langkap, Cikaret, Cimahi, dan Tangoli. Mereka merupakan jamaah pengajian kami,” ujar Rizqi.

Ia menjelaskan, awalnya panitia menargetkan santunan bagi 200 yatim dan dhuafa. Namun, sebagian dana dialihkan untuk membantu warga Subang yang terdampak banjir di kawasan Pantura.

“Mengingat ada saudara-saudara kita di Pantura yang terdampak banjir, sebagian santunan kami alihkan sebagai bentuk kepedulian. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, lauk pauk, popok bayi, sabun, dan perlengkapan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Viral akses penyeberangan memprihatinkan di Way Bungur Lampung Timur, anak sekolah gantian naik rakit

Doa, dzikir, dan shodakoh sebagai ikhtiar bersama

Menurut Rizqi, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual agar lingkungan dan masyarakat Subang senantiasa diberi keselamatan.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berjalan secara kontinu. Harus ada yang peduli. Tempat kelahiran kita harus selalu dalam keadaan selamat, dijauhkan dari bencana, dan itu diikhtiarkan melalui doa, dzikir, dan shodakoh,” ungkapnya.

Kreativitas santri turut ditampilkan

Sejak siang hari, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan kreativitas peserta didik SDIT Subulul Khoir, mulai dari seni bela diri silat, tarian, hingga hafalan Al-Qur’an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X