Purbaya Everywhere: Saat gaya koboi Menkeu sorot publik, ekonom ingatkan publik jangan tertipu citra pejabat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:18 WIB
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram.com/@purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram.com/@purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)

GENMILENIAL.ID – Fenomena 'Purbaya Everywhere' tengah ramai dibicarakan publik di media sosial.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan bukan hanya karena kebijakan ekonominya, tetapi juga karena gaya komunikasinya yang santai dan percaya diri, yang disebut banyak orang sebagai gaya 'koboi'.

Penampilan Purbaya dalam beberapa kesempatan makin memperkuat kesan tersebut. Ia sempat mengenakan jaket berlogo angka 8 persen, simbol dari target pertumbuhan ekonomi nasional yang ia canangkan untuk tahun 2026.

“Sebelumnya nih, dibagi dari sana. Dari orang istana,” ujar Purbaya sambil menunjuk logo di dadanya saat meninggalkan Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Skandal mahasiswi UNS penerima KIP-K: Dugem di klub malam, kini harus jalani konseling 6 bulan

Optimisme itu, kata Purbaya, didukung oleh pertumbuhan konsumsi masyarakat yang mulai meningkat di kuartal IV-2025, terutama setelah pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Dampaknya mulai terasa. Data retail sales BI sudah naik di September, dan saya yakin Oktober–Desember akan lebih terlihat di ekonomi,” ucapnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia INDEF, 28 Oktober 2025.

Namun, di balik gaya komunikasinya yang menarik perhatian publik, muncul kritik dari kalangan ekonom yang menilai bahwa popularitas tersebut justru menutupi substansi kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.

Baca Juga: KPK masih telaah awal dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh, Ketua Setyo Budiyanto: Saya belum cek

Pakar: Publik mudah terlena oleh gaya pejabat

Pengamat ekonomi dan analis pasar modal Prof. Ferry Latuhihin menilai, masyarakat Indonesia terlalu mudah terpukau oleh citra dan komunikasi pejabat publik ketimbang menilai kebijakannya secara mendalam.

“Masyarakat kita sering tertipu oleh gaya-gaya. Gampang sekali menipu publik dengan media sosial, apalagi di era post-truth sekarang,” ujar Ferry dalam siniar YouTube Rakyat Bersuara, Rabu, 29 Oktober 2025.

Ferry menilai, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang digaungkan Purbaya belum realistis jika pemerintah masih terlalu dominan dalam menggerakkan roda ekonomi.

“Negara ini terlalu banyak menyetir ekonomi. Harusnya sektor swasta yang diberi ruang lebih luas untuk bergerak karena mereka yang paling tahu medan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X