Dorong diversifikasi pertanian, tebu diproyeksikan jadi komoditas strategis Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 13 Mei 2025 | 17:16 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR dikukuhkan sebagai Bapak Petani Tebu Kabupaten Subang pada gelaran Hajat Petani Tebu yang diselenggarakan oleh PT PG Rajawali II di kawasan perkebunan Purwadadi, Selasa, 13 Mei 2025 (Dok. Istimewa)
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR dikukuhkan sebagai Bapak Petani Tebu Kabupaten Subang pada gelaran Hajat Petani Tebu yang diselenggarakan oleh PT PG Rajawali II di kawasan perkebunan Purwadadi, Selasa, 13 Mei 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID - Kabupaten Subang mulai memantapkan langkah menjadikan tebu sebagai komoditas strategis baru dalam pembangunan ekonomi daerah.

Hal itu terungkap dalam gelaran Hajat Petani Tebu yang diselenggarakan oleh PT PG Rajawali II di kawasan perkebunan Purwadadi, Selasa, 13 Mei 2025.

Dalam acara tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR atau yang akrab disapa Kang Rey, dikukuhkan sebagai Bapak Petani Tebu Kabupaten Subang—sebuah simbol dukungan terhadap penguatan sektor tebu sebagai pilar baru pertanian dan ketahanan pangan.

Baca Juga: Tragedi pembacokan di Pamanukan, polisi ingatkan bahaya pergaulan bebas remaja

“Subang tidak hanya punya padi dan teh. Tebu harus kita dorong sebagai komoditas unggulan yang memberi dampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujar Kang Rey.

Menurutnya, potensi lahan Subang yang luas dan subur menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor tebu.

Terlebih, kemitraan antara petani, pemerintah, dan industri seperti PG Rajawali II dinilai mampu menghadirkan ekosistem yang saling menguatkan.

Direktur PT PG Rajawali II, Adrian Wijanarko, mengungkapkan bahwa saat ini kemitraan lahan tebu telah mencapai sekitar 4.000 hektare.

Baca Juga: Hendak kabur lewat makam, pelaku utama pembacokan di Pamanukan dibekuk polisi

Pihaknya menargetkan perluasan hingga 9.000 hektare dalam beberapa tahun mendatang.

“Optimalisasi sektor tebu butuh sinergi jangka panjang antara pabrik, petani, pemerintah, dan lembaga perbankan. Kami siap mendukung penuh,” katanya.

Tak hanya penguatan produksi, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jalan penghubung antarwilayah dan akses logistik yang memadai.

Bahkan, pabrik gula baru di Subang ditargetkan bisa beroperasi pada 2027.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X