Tragedi pembacokan di Pamanukan, polisi ingatkan bahaya pergaulan bebas remaja

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 13 Mei 2025 | 16:55 WIB
Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin beserta jajaran tangkap pelaku utama pembacokan di Pamanukan pada Senin 12 Mei 2025 (Dok. Istimewa)
Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin beserta jajaran tangkap pelaku utama pembacokan di Pamanukan pada Senin 12 Mei 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Kasus pembacokan yang menimpa seorang remaja di Pamanukan kembali menyita perhatian publik.

Selain berhasil menangkap pelaku utama dan lima orang lainnya, Polsek Pamanukan juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak di usia rentan.

Kapolsek Pamanukan, AKP Udin Awaludin, mengungkapkan bahwa RA (19 tahun), pelaku utama dalam insiden ini, sempat berupaya melarikan diri ke luar kota namun berhasil dibekuk saat bersembunyi di area pemakaman umum pada Senin malam, 12 Mei 2025.

“Pelaku utama berhasil kami tangkap setelah kami pancing. Ia berniat kabur dari proses hukum,” ujarnya, Selasa, 13 Mei 2025.

Baca Juga: Hendak kabur lewat makam, pelaku utama pembacokan di Pamanukan dibekuk polisi

Polisi juga mengamankan lima orang lain yang turut serta dalam aksi kekerasan terhadap korban, Roni Rohmatullah, remaja asal Desa Lengkongjaya.

Korban mengalami luka di bagian paha akibat serangan senjata tajam dan harus menerima tujuh jahitan.

Para pelaku yang diamankan adalah TJ (25 tahun), K (30 tahun), N (21 tahun), TM (18 tahun), dan satu orang yang telah ditangkap lebih dulu.

Selain itu, polisi menyita total tujuh bilah senjata tajam yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Baca Juga: ESAI: Pembebasan Edan Alexander dan peluang gencatan senjata di Gaza

AKP Udin menegaskan bahwa pergaulan bebas dan tidak terpantau bisa berujung pada tindakan kekerasan.

Ia mengimbau orang tua untuk lebih peduli terhadap aktivitas dan lingkungan sosial anak-anak mereka.

“Usia remaja masih dalam pencarian jati diri. Orang tua harus hadir, membimbing, dan mengawasi agar anak-anak tidak terjerumus dalam lingkungan yang salah,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa pengawasan dari berbagai pihak, terutama keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama untuk mencegah tindakan kriminal yang melibatkan anak muda.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X