GENMILENIAL.ID - Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, mengambil langkah berani dengan memangkas anggaran dana hibah tahun 2025 dari Rp90 miliar menjadi Rp4 miliar.
Keputusan ini disebut sebagai bagian dari upaya membersihkan potensi korupsi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Saat ditemui awak media di acara Subang Fest pada Sabtu malam 26 April 2025, Reynaldy mengungkapkan bahwa dana hibah selama ini menjadi celah penyalahgunaan.
“Ada organisasi yang bisa menerima Rp5 hingga Rp10 miliar. Ini harus dievaluasi total,” tegasnya.
Dengan perubahan tersebut, hibah hanya akan diberikan kepada lembaga-lembaga resmi dan mandatori, seperti KONI, KORMI, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persis.
Sementara skema hibah untuk program lain, seperti honor guru ngaji, juga dirombak total.
Mulai Juli mendatang, honor akan disalurkan langsung ke rekening guru ngaji melalui Bank BJB, tanpa perantara organisasi.
“Kita harus pastikan setiap hibah menghasilkan output nyata, bukan sekadar seremonial atau menguap begitu saja,” ujar Reynaldy.
Ia menambahkan, sisa anggaran dari pemangkasan hibah akan dialihkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak pada kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam meningkatkan transparansi keuangan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran daerah.***
Artikel Terkait
Bupati Subang geram atas kekerasan terhadap jurnalis: Minta usut tuntas dan warga tak main hakim sendiri
Bupati Subang ungkap target pembangunan dalam acara 'Ngobras' bareng Aa Sule
Wakil Bupati Subang serahkan SK Dewan Pendidikan periode 2025–2030
Bupati Subang tandatangani kesepakatan bersama pengelolaan jalan dan PJU, optimis jalan mulus 2027 tercapai
Bupati Subang dukung program e-Vita, targetkan tekan pengangguran lewat pelatihan SDM
‘Sabtu Bersama Kang Rey’: Strategi wisata Bupati Subang gaet PAD dan investasi
Wakil Bupati Subang pimpin peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29: Ajak ASN wujudkan pemerintahan responsif dan berdaya saing