Bupati Subang hadiri Rakor eksklusif bersama Gubernur Dedi Mulyadi: Apa yang dibahas?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 28 April 2025 | 23:23 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berikan sambutan saat Rakor eksklusif yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Jawa Barat, serta perwakilan Kepala Desa, Camat, dan Lurah se-Jawa Barat.di Gedung Pusdai, Kota Bandung pada Senin 28 April 2025 (Dok. Istimewa)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berikan sambutan saat Rakor eksklusif yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Jawa Barat, serta perwakilan Kepala Desa, Camat, dan Lurah se-Jawa Barat.di Gedung Pusdai, Kota Bandung pada Senin 28 April 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) eksklusif yang digelar di Gedung Pusdai, Kota Bandung pada Senin 28 April 2025.

Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Jawa Barat, serta perwakilan Kepala Desa, Camat, dan Lurah se-Jawa Barat.

Rakor kali ini membawa tema penting, yaitu 'Strategi Menurunkan Angka Kemiskinan, Stunting, Angka Kematian Ibu dan Bayi, Penyelesaian Masalah Sampah dan Lingkungan, serta Peningkatan Partisipasi Keluarga Berencana di Jawa Barat.'

Baca Juga: Usai ditinggal Bunda Iffet, Bimbim Slank ungkap nasib program rehabilitasi narkoba untuk anak-anak yang digagas mendiang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuka acara dengan menekankan urgensi peran Kepala Desa dan Lurah dalam mengatasi berbagai isu strategis yang sedang dihadapi oleh daerah.

“Menangani Jawa Barat berarti juga menangani Indonesia,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi dalam pidatonya yang penuh semangat.

Selain membahas berbagai isu sosial dan pembangunan, Dedi Mulyadi mengungkapkan langkah-langkah konkret dalam menangani masalah kemiskinan di daerah.

Ia menekankan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus mencakup pengelolaan pengeluaran keluarga yang bijaksana, salah satunya dengan penghapusan kegiatan wisuda dan outing yang dianggap membebani keuangan orang tua di seluruh sekolah di Jawa Barat.

Baca Juga: Bukan ingin wisuda, remaja ini pernah bikin Dedi Mulyadi rela belikan sepatu hingga tas baru untuk sekolah

“Jika kita terus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat tanpa memperhatikan pengeluarannya, maka kita tidak akan berhasil. Itulah mengapa kegiatan wisuda dan outing di luar sekolah perlu dihentikan,” tambahnya.

Gubernur Dedi juga memperingatkan akan kondisi darurat sampah yang sedang dihadapi Jawa Barat, dan mendorong desa serta kelurahan untuk berlomba dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Stimulus pembangunan akan diberikan kepada desa yang berhasil dalam pengelolaan sampah.

“Jawa Barat tengah menghadapi darurat sampah. Kita harus bertindak cepat untuk menangani sampah plastik yang menggunung di sawah dan berbagai tempat,” jelas Dedi.

Baca Juga: Warga Gunungsari Subang keluhkan jalan Kabupaten yang rusak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X