Lantik Dewan Pendidikan, Bupati Subang tegaskan reformasi dan pengawasan ketat di sekolah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 2 Mei 2025 | 16:58 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR lantik 11 pengurus Dewan Pendidikan dan 3 orang Komite Etik Pendidikan periode 2025–2026 di Aula Pemda Subang pada Kamis, 2 Mei 2025. (Dok. Istimewa)
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR lantik 11 pengurus Dewan Pendidikan dan 3 orang Komite Etik Pendidikan periode 2025–2026 di Aula Pemda Subang pada Kamis, 2 Mei 2025. (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Subang melantik 11 pengurus Dewan Pendidikan dan 3 orang Komite Etik Pendidikan periode 2025–2030 di Aula Pemda Subang pada Kamis, 2 Mei 2025.

Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk menata ulang arah kebijakan pendidikan daerah yang lebih adaptif, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan peserta didik.

Hj. Ellys Langi resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Subang.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR yang menekankan pentingnya kolaborasi dan pengawasan yang ketat terhadap penyelenggaraan pendidikan di Subang.

Baca Juga: Gwynn Elizabeth, pianis muda Indonesia yang meniti jejak musik klasik dari Bandung ke Skotlandia

“Saya tidak ingin lagi urusan-urusan pendidikan di Subang memiliki celah yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Hari ini, temuan BPK justru ada di sekolah-sekolah, bukan di dinasnya,” tegas Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang.

Ia juga meminta agar Dewan Pendidikan menjadi mitra yang aktif bagi kepala sekolah, terutama dalam pengawasan transparansi anggaran dan pembinaan karakter siswa.

“Pendidikan ini bukan hanya prioritas Pemda Subang, tapi juga bagian dari cita-cita nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.

Kang Rey turut menyoroti pentingnya penguatan disiplin siswa dan pencegahan kenakalan remaja.

Baca Juga: Hardiknas 2025 di Subang: Pemkab tegaskan komitmen wujudkan pendidikan bermutu dan inklusif

Ia menyampaikan rencana pembinaan khusus bagi siswa yang terlibat tawuran dan perilaku menyimpang.

“Kalau ada anak-anak yang tawuran, kita akan jemput dan kirim ke Lanut Surili atau Surajarma. Mereka akan dididik selama satu bulan untuk dibentuk karakternya. Saya tidak mau lagi ada perang sarung atau tawuran di Subang,” katanya.

Ia menginstruksikan sekolah-sekolah untuk melaporkan perilaku menyimpang siswa secara proaktif agar bisa ditangani bersama instansi terkait.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X