Kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang berada di lokasi pengungsian.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan trauma healing diperlukan bagi para pengungsi, terutama anak-anak yang mengalami langsung bencana gempa.
Menurut Rudi, kondisi pascabencana tidak hanya berkaitan dengan luka fisik. Kesehatan mental para penyintas juga perlu mendapat perhatian selama berada di pengungsian.
Di titik pengungsian Lapangan Gelora Samador, tercatat sebanyak 1.207 pengungsi berada di lokasi tersebut. Kepolisian setempat masih memberikan trauma healing kepada para pengungsi.
“Para pengungsi ini bukan hanya mereka bukan hanya fisiknya saja yang terluka tapi ada juga kesehatan mental itu yang tidak boleh kita abaikan,” ungkap Rudi dalam keterangannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Ia menegaskan perhatian terhadap kondisi psikologis tersebut semakin penting bagi anak-anak yang menjadi penyintas gempa.
“Itu yang kita atensi, terlebih bagi anak-anak,” tandasnya.
Penemuan Paulina setelah empat hari berada di bawah reruntuhan menjadi salah satu bagian dari proses evakuasi warga terdampak gempa di NTT.
Setelah berhasil diselamatkan, Paulina dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.***
Artikel Terkait
Jadi tersangka asusila anak di Belu NTT, Piche Kota Bantah tuduhan: Saya tidak pernah lakukan itu
Sayangkan pernyataan Kapolda NTT soal penolakan psikolog Polda, keluarga dokter Icha: Sudah ditangani ahli
Viral tangis siswa pramuka di Ende NTT diduga gagal berangkat ke Jambore Nasional karena terkendala biaya
Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka
DPR prioritaskan keselamatan warga NTT, Dasco dorong evakuasi hingga pemulihan fasilitas
Sama-sama jadi korban gempa NTT, pemilik toko ini gratiskan susu hingga popok bayi untuk warga: Melayani yang membutuhkan
Momen haru warga Sumbar siapkan 5 ton rendang buat korban gempa NTT: Dulu kami dibantu, kini giliran kita