GENMILENIAL.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyoroti rendahnya penyaluran Kredit Program Perumahan Bank BJB.
Hingga 3 Oktober 2026, realisasi kredit perumahan bank milik Jawa Barat itu baru mencapai Rp90,702 miliar dari target Rp500 miliar.
Teguran tersebut disampaikan Maruarar di hadapan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman yang juga bertindak sebagai Komisaris Bank BJB, di Aula Pemkab Subang, Senin 5 Oktober 2026.
Baca Juga: Kejutan Kapolsek Subang di HUT TNI ke-81, bawa tumpeng ke Koramil 0501
Maruarar menilai posisi Bank BJB dalam penyaluran Kredit Program Perumahan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Bank BJB yang sempat berada di peringkat pertama pada akhir 2025, kini turun ke posisi keempat pada 2026.
Bank BJB turun dari peringkat pertama
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, pada periode 21 Oktober hingga 31 Desember 2025, BPD Jabar berada di urutan pertama dengan realisasi penyaluran Rp25,935 miliar untuk 32 debitur.
Kondisi berbeda terlihat pada periode 1 Januari hingga 3 Oktober 2026. Bank BJB memiliki target penyaluran Rp500 miliar untuk 1.286 debitur, tetapi baru merealisasikan Rp90,702 miliar kepada 179 debitur.
Baca Juga: HUT TNI 2026: Susunan acara dan agenda peringatan ke-81
Maruarar kemudian membandingkan capaian tersebut dengan sejumlah BPD lain yang berada di atas Bank BJB dalam data penyaluran tahun 2026.
“Tahun lalu pernah juara satu. Sekarang sama Bank Bali kalah, sama Bank Jawa Tengah kalah, sama Bank Jawa Timur kalah,” tegas Maruarar.
Ia juga menyoroti capaian Bank Jawa Tengah yang pada 2026 memiliki target penyaluran Rp1,5 triliun untuk 3.600 debitur. Hingga periode yang sama, realisasinya telah mencapai Rp1,33 triliun untuk 2.942 debitur.
“Target 2026, Bank Jateng targetnya 1,5 triliun. Hari ini sudah 1,3 triliun,” ujar Maruarar.
Artikel Terkait
Cinta lama bersemi di GBLA, Maruarar Sirait siap kucurkan Rp100 miliar untuk Persib Bandung
Persib menuju klub modern: Maruarar Sirait suntik investasi dan siapkan bursa saham
Menteri PKP Maruarar Sirait janjikan rumah bersubsidi untuk keluarga Affan Kurniawan
Kasus dugaan korupsi kredit Bank BJB: Ajukan dengan dokumen fiktif hingga kerugian negara mencapai Rp8,7 miliar
PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan
Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit