GENMILENIAL.ID – Kasus meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha masih terus dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Di tengah perkembangan kasus tersebut, muncul perbedaan pernyataan antara pihak kepolisian dan keluarga terkait pendampingan psikologis terhadap mendiang.
Kasus ini kini ditangani oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah keluarga melaporkan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha sebelum meninggal dunia.
Namun, pernyataan Kapolda NTT terkait penolakan pendampingan psikolog dari kepolisian menuai respons dari pihak keluarga.
Keluarga tegaskan sudah ditangani spesialis
Adik dokter Icha, Agnes Tiara Maharani D. Pakaenoni, menyayangkan pernyataan Kapolda NTT yang menyebut kakaknya menolak pendampingan psikolog dari pihak kepolisian.
Melalui unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa mendiang sudah mendapatkan penanganan dari tenaga profesional.
Baca Juga: Strategi komunikasi kepala Bakom RI: Membumi dan berbasis data saat tanggapi isu Kopdes Merah Putih
“Kakak saya sudah ditangani sama ahlinya, spesialis kedokteran jiwa. Jangan membuat statement seolah kakak saya menolak semua pendampingan,” tulis Tiara dalam unggahannya.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga selalu mendampingi dokter Icha selama proses tersebut berlangsung.
Menurutnya, keluarga mengetahui secara langsung kondisi yang dialami mendiang sebelum meninggal dunia.
“Kami sekeluarga yang mendampingi, jadi kami tahu persis apa yang terjadi,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral warga Malang keluhkan sound horeg di medsos, musik keras masih menyala hingga dini hari
Artikel Terkait
Berkas perkara lengkap, polisi pastikan penangkapan Roy Suryo dan dokter Tifa sesuai ketentuan hukum
Ada tim dokter khusus untuk tangani pemulihan YTR, dari bedah plastik hingga gizi
Dokter Icha meninggal dunia, diduga alami depresi usai diintimidasi anggota DPRD TTU
Dokter konsulen pastikan dokter Icha bekerja dengan tepat, ungkap alasan pasien keluarga anggota DPRD TTU tak perlu antibisa
Mengapa kasus dr. Icha menjadi sorotan nasional? Ini kronologi dugaan intimidasi hingga investigasi polisi
Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak
Jerit tangis dr. Icha dalam telepon, jadi percakapan terakhir yang masih membekas di ingatan sang ibu