GENMILENIAL.ID – Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 memunculkan pertanyaan besar dalam geopolitik global, apakah China dan Rusia akan turun tangan membela sekutu strategis mereka di Timur Tengah.
Namun hingga kini, kedua negara tersebut memilih tidak terlibat secara langsung dalam konflik militer.
Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun, Yanuardi Syukur, menilai sikap Moskow dan Beijing menunjukkan pola dukungan yang lebih terukur.
Baca Juga: Arus lalu lintas Tol Cipali arah Cirebon terpantau melandai pada Senin siang
Menurutnya, Rusia dan China memberikan dukungan diplomatik serta teknis kepada Iran, namun menahan diri untuk tidak masuk dalam konfrontasi militer secara langsung.
Dukungan intelijen dan teknologi
Dalam konflik ini, Rusia disebut memberikan bantuan intelijen kepada Iran.
Sejumlah laporan menyebut Moskow memasok data real-time mengenai posisi kapal perang dan pesawat Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Informasi tersebut memungkinkan Iran melakukan serangan balasan yang lebih terukur terhadap target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kapolda Jabar cek kesiapan rest area Tol Cipali di Subang jelang mudik lebaran 2026
Di sisi lain, peran China terlihat dalam dukungan teknologi militer, terutama pada sistem radar dan perang elektronik Iran.
Beijing diketahui mengekspor sistem radar canggih yang mampu mendeteksi pesawat siluman serta membantu Iran beralih dari sistem navigasi GPS Amerika Serikat ke sistem satelit militer BeiDou.
Selain itu, Iran juga dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi rudal anti-kapal CM-302, varian ekspor dari rudal YJ-12 buatan China yang mampu melaju hingga kecepatan Mach 3.
Baca Juga: DPRD Subang gelar paripurna jawaban Bupati atas pandangan fraksi terhadap LKPJ 2025
Artikel Terkait
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah
Israel, negara kolonial pemukim: Wawancara khusus dengan Yanuardi Syukur
Antara Epstein Files dan serangan ke Iran, ada benang merah politik?
Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif
Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur
Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas