GENMILENIAL.ID – Dua peristiwa besar di penghujung Februari 2026 menyita perhatian dunia. Bocornya dokumen kasus Jeffrey Epstein kembali mengguncang politik domestik Amerika Serikat.
Berselang beberapa hari, Presiden Donald Trump mengumumkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran yang memicu eskalasi di kawasan Teluk.
Dalam wawancara eksklusif dengan GenMilenial.id, Minggu 1 Maret 2026, Yanuardi Syukur, peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun, menilai momentum dua peristiwa tersebut sulit dipandang sebagai kebetulan semata.
“Waktunya sangat berdekatan. Dokumen Epstein kembali ramai dibahas, lalu muncul keputusan serangan ke Iran. Dalam politik global, momentum seperti ini selalu menimbulkan pertanyaan,” ujarnya.
Dokumen yang kembali mencuat pada 24 Februari 2026 itu memuat laporan mengenai dugaan kesaksian seorang perempuan yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual pada 1983.
Disebutkan bahwa sebagian dokumen FBI tidak muncul dalam basis data publik. Isu ini kembali memicu perdebatan sengit di dalam negeri Amerika Serikat.
Empat hari kemudian, pada 28 Februari 2026, Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran. Serangan tersebut langsung dibalas dengan rentetan rudal ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk.
Baca Juga: Viral dugaan pungli Rp500 ribu di Medan, oknum ngaku Dishub terekam kamera
Dugaan pengalihan isu mengemuka
Menurut Yanuardi, dalam sejarah politik internasional, eskalasi konflik eksternal kerap beririsan dengan tekanan domestik.
“Ketika pemimpin menghadapi tekanan politik dalam negeri, kebijakan luar negeri yang tegas bisa menjadi instrumen untuk mengalihkan perhatian publik,” katanya.
Namun ia menegaskan, dugaan tersebut tetap perlu dibuktikan dengan data dan analisis lebih lanjut. Gedung Putih sendiri telah membantah berbagai tudingan terkait dokumen Epstein.
Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Trump tidak bersalah dan telah kooperatif dalam proses hukum.
Artikel Terkait
Perang Israel-Iran, DPR imbau WNI di wilayah konflik tetap tenang, evakuasi dilakukan bertahap
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah
Israel, negara kolonial pemukim: Wawancara khusus dengan Yanuardi Syukur
Viral penerbangan Timur Tengah tertunda usai konflik Israel vs Iran, WNI terjebak di Madinah