Israel, negara kolonial pemukim: Wawancara khusus dengan Yanuardi Syukur

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 September 2025 | 21:19 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti Timur Tengah sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun
Yanuardi Syukur, peneliti Timur Tengah sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

GENMILENIAL.ID – Klaim bahwa Israel bukan negara kolonial pemukim (settler colonial state) kembali digaungkan, salah satunya oleh American Jewish Committee (AJC).

Mereka menyebut Israel adalah tanah air Yahudi sejak Zaman Perunggu, sehingga tidak tepat dituding melakukan kolonialisme pemukim.

Namun, bagi Yanuardi Syukur, peneliti Timur Tengah sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun, narasi itu problematis.

Dalam wawancara khusus dengan GenMilenial.id, ia menjelaskan bahwa klaim tersebut justru berfungsi sebagai legitimasi ideologis atas praktik pendudukan dan pengusiran rakyat Palestina.

Baca Juga: Tegas soal disiplin, Kang Akur pastikan ASN pelanggar berat di Subang hadapi PTDH

Kolonialisme pemukim bukan soal mitos kuno

Menurut Yanuardi, kolonialisme pemukim tidak ditentukan oleh klaim asal-usul kuno, melainkan oleh praktik modern yang menyingkirkan penduduk asli demi kepentingan pemukim baru.

“Proyek kolonial Israel berakar pada gerakan Zionisme abad ke-19 yang disokong kekuatan kolonial Eropa, terutama Inggris lewat Deklarasi Balfour 1917," kata Yanuardi.

"Saat mandat Inggris, terjadi imigrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina yang diiringi penguasaan lahan dan pengusiran masyarakat lokal. Ini pola khas kolonial pemukim,” sambungnya.

Mythistory: Sejarah untuk kepentingan politik

Ia menambahkan, klaim religius-historis 'tanah air sejak Zaman Perunggu' adalah bentuk mythistory, sejarah yang dirangkai untuk kepentingan politik kontemporer.

Baca Juga: Itwasda Polda Jabar cek kesiapan gedung SPPG Polres Subang untuk layanan publik

“Narasi itu mengabaikan ribuan tahun sejarah komunitas Arab, Muslim, Kristen, dan Yahudi lokal yang hidup berdampingan di Palestina. Realitasnya sekarang, kita melihat pendudukan militer, pembangunan permukiman ilegal, dan blokade Gaza yang menindas kehidupan sipil,” jelas Yanuardi.

Delegitimasi Kritik Global

AJC juga menyebut tuduhan kolonialisme Israel sebagai propaganda Hamas. Yanuardi menilai ini bagian dari upaya membungkam wacana global tentang keadilan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X