Kalkulasi geopolitik
Yanuardi Syukur menilai keputusan Rusia dan China untuk tidak terlibat langsung dalam perang tersebut tidak terlepas dari berbagai pertimbangan strategis.
Bagi Rusia, konflik yang masih berlangsung di Ukraina menjadi faktor utama yang membatasi kemampuan Moskow untuk membuka front militer baru di kawasan Timur Tengah.
Sementara bagi China, stabilitas jalur energi menjadi prioritas utama. Sekitar 45 persen impor minyak China berasal dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz, sehingga Beijing berkepentingan menjaga jalur tersebut tetap terbuka.
Baca Juga: Viral mobil MBG dihadang siswa di SMPN 2 Sokaraja Banyumas, diduga telat distribusi
Hubungan China dengan Iran pun dinilai lebih bersifat transaksional dibandingkan aliansi militer formal. Kerja sama kedua negara lebih banyak berada di bidang ekonomi, teknologi, dan energi.
Konflik sebagai ‘laboratorium perang’
Di sisi lain, konflik Iran juga memberikan peluang bagi China untuk mempelajari dinamika peperangan modern.
Penggunaan teknologi radar, sistem navigasi, hingga potensi penggunaan rudal anti-kapal memberikan data berharga bagi militer Beijing.
Sejumlah analis bahkan menyebut konflik ini sebagai semacam 'laboratorium perang nyata' yang dapat dipelajari untuk skenario konflik lain di masa depan, termasuk potensi ketegangan di kawasan Taiwan.
Baca Juga: Pesan haru ayah Vidi Aldiano: Doa panjang umur ternyata berarti dikenang banyak orang
Pada akhirnya, perang Iran 2026 menunjukkan batas nyata kerja sama antara Rusia, China, dan Iran.
Kedua negara tidak mengirim pasukan untuk membantu Teheran, namun memberikan dukungan teknologi dan intelijen yang berperan penting dalam dinamika konflik modern.***
Artikel Terkait
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah
Israel, negara kolonial pemukim: Wawancara khusus dengan Yanuardi Syukur
Antara Epstein Files dan serangan ke Iran, ada benang merah politik?
Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif
Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur
Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas