China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 16 Maret 2026 | 16:41 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

Kalkulasi geopolitik

Yanuardi Syukur menilai keputusan Rusia dan China untuk tidak terlibat langsung dalam perang tersebut tidak terlepas dari berbagai pertimbangan strategis.

Bagi Rusia, konflik yang masih berlangsung di Ukraina menjadi faktor utama yang membatasi kemampuan Moskow untuk membuka front militer baru di kawasan Timur Tengah.

Sementara bagi China, stabilitas jalur energi menjadi prioritas utama. Sekitar 45 persen impor minyak China berasal dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz, sehingga Beijing berkepentingan menjaga jalur tersebut tetap terbuka.

Baca Juga: Viral mobil MBG dihadang siswa di SMPN 2 Sokaraja Banyumas, diduga telat distribusi

Hubungan China dengan Iran pun dinilai lebih bersifat transaksional dibandingkan aliansi militer formal. Kerja sama kedua negara lebih banyak berada di bidang ekonomi, teknologi, dan energi.

Konflik sebagai ‘laboratorium perang’

Di sisi lain, konflik Iran juga memberikan peluang bagi China untuk mempelajari dinamika peperangan modern.

Penggunaan teknologi radar, sistem navigasi, hingga potensi penggunaan rudal anti-kapal memberikan data berharga bagi militer Beijing.

Sejumlah analis bahkan menyebut konflik ini sebagai semacam 'laboratorium perang nyata' yang dapat dipelajari untuk skenario konflik lain di masa depan, termasuk potensi ketegangan di kawasan Taiwan.

Baca Juga: Pesan haru ayah Vidi Aldiano: Doa panjang umur ternyata berarti dikenang banyak orang

Pada akhirnya, perang Iran 2026 menunjukkan batas nyata kerja sama antara Rusia, China, dan Iran.

Kedua negara tidak mengirim pasukan untuk membantu Teheran, namun memberikan dukungan teknologi dan intelijen yang berperan penting dalam dinamika konflik modern.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X