Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 14 Juli 2025 | 15:12 WIB
Yanuardi Syukur, Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia
Yanuardi Syukur, Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia

GENMILENIAL.ID - Setelah perang 12 hari yang memicu guncangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Iran menyatakan diri sebagai pemenang atas Israel.

Kepada GenMilenial.id, Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia, memberikan analisis mendalam tentang dimensi konflik tersebut.

Pertempuran langsung, kemenangan moral

"Konflik antara Israel dan Iran ini bukan sekadar perang militer, tapi juga perang simbolik dan geopolitik," ujar Yanuardi.

Baca Juga: Pedangdut Yunita Ababiel meninggal karena kanker payudara, Sang Anak: Mama tak pernah cerita soal kondisinya

Ia menilai kemenangan yang diklaim Iran bersifat naratif dan moral, bukan strategis permanen.

Meski rudal-rudal Iran membobol sistem Iron Dome Israel dan menyebabkan kerusakan fisik, sektor strategis Israel tetap bertahan.

Menurut Yanuardi, yang menarik dari perang 12 hari ini adalah transisinya dari perang proksi menuju konfrontasi langsung (direct confrontation).

Ini merupakan fase baru dalam dinamika Timur Tengah yang jarang terjadi secara terbuka.

Baca Juga: Setelah viral speaker bocor suara desahan, manajemen GBK ungkap kelalaian petugas salah putar playlist

Iran dan transformasi geopolitik

Efisiensi rudal Iran yang mengejutkan dunia menunjukkan keberhasilan negara tersebut membangun kekuatan militer otonom, meski berada di bawah tekanan sanksi.

“Iran berhasil membangun ekosistem riset militer yang lebih kuat dari negara-negara Arab Teluk yang lebih kaya secara ekonomi,” jelasnya.

Menurut Yanuardi, hal ini tak lepas dari identitas historis Iran sebagai bangsa pemenang yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan keberanian melawan tekanan luar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X