GENMILENIAL.ID - Program rudal balistik Iran disebut sebagai yang terbesar di kawasan Timur Tengah dengan jumlah lebih dari 3.000 rudal dari berbagai jenis.
Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika keamanan regional, khususnya dalam konflik yang melibatkan Iran dengan negara-negara sekutunya di kawasan.
Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun, Yanuardi Syukur, menjelaskan bahwa Iran saat ini menguasai berbagai teknologi rudal dari jarak pendek hingga jarak menengah.
Dalam wawancara eksklusif bersama GenMilenial.id pada Minggu, 8 Maret 2026, Yanuardi menyebut Iran memiliki sejumlah jenis rudal seperti Fateh-110 dengan jangkauan sekitar 300 kilometer, Zolfaghar sekitar 750 kilometer, hingga Kheibar Shekan yang mampu menjangkau sekitar 1.450 kilometer.
Selain itu, Iran juga mengembangkan Fattah-2 yang diklaim sebagai rudal hipersonik dengan jangkauan sekitar 1.500 kilometer.
“Yang paling dahsyat adalah Khorramshahr, rudal dengan diameter hidung sekitar 1,5 meter yang secara eksplisit dirancang untuk potensi membawa hulu ledak nuklir,” jelasnya.
Kontradiksi kapabilitas di medan tempur
Meski memiliki teknologi rudal yang cukup maju, Yanuardi menilai terdapat kontradiksi ketika kemampuan tersebut diuji dalam pertempuran.
Dalam perang Iran–Israel pada Juni 2025 misalnya, dari sekitar 500 rudal yang ditembakkan Iran, hanya sekitar enam persen yang dilaporkan menghantam area terbangun.
Baca Juga: SPPG Cahaya Ngrayun Ponorogo akui teledor usai viral temuan belatung di menu MBG bandeng presto
Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pertahanan Israel mampu menetralisir sebagian besar serangan yang diluncurkan.
Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan yang menjelaskan kondisi tersebut.
Pertama, akurasi rudal Iran memang masih terbatas. Kedua, Iran kemungkinan tidak sepenuhnya menargetkan instalasi strategis. Ketiga, kemampuan sistem pertahanan udara Israel yang sangat efektif dalam melakukan intersepsi.
Artikel Terkait
Setelah Iran-Israel, Trump incar Afrika: Klaim tengah damai Kongo-Rwanda lewat mediasi AS
Konflik Iran-Israel dan dinamika baru Timur Tengah: Perspektif Yanuardi Syukur, peneliti UI
Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah
Antara Epstein Files dan serangan ke Iran, ada benang merah politik?
Curhat WNI asal Gresik di Jerman, Evan Haydar cemas negaranya ikut pusaran perang Israel vs Iran
Iran tak goyah meski Khamenei gugur, AS-Israel terjebak konflik panjang
Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif