Selain ancaman banjir, persoalan terbesar yang mereka hadapi adalah kelaparan dan kehausan.
Baca Juga: Viral pelajar di Lampung Tengah lewati banjir dan jembatan kayu lapuk demi berangkat sekolah
Pemilik video mengungkapkan bahwa selama enam hari pertama, mereka nyaris tidak mendapatkan makanan sama sekali.
“Enam hari nggak makan, makanya nggak ada yang perlu disombongkan di dunia ini,” tulisnya, sembari mengungkap rasa syukur karena masih diberi keselamatan.
Saat ditanya warganet bagaimana cara menghadapi rasa lapar dan haus, ia menjawab dengan jujur dan mengharukan.
“Kalau lapar cuma bilang dalam hati, Ya Allah nanti kalau udah pulih semuanya saya mau balas dendam makan mie Aceh dan bakso. Habis itu nggak jadi lapar walaupun perut perih,” tuturnya.
Baca Juga: Momen dramatis damkar evakuasi kakek dan cucu saat kebakaran laundry di Bandung
“Pas haus, udah nggak ada air minum. Cukup mengkhayal minum jus aja, jadi langsung kenyang,” sambungnya.
Mie mentah jadi penyelamat di hari keempat
Harapan mulai muncul pada hari keempat, saat air perlahan surut. Warga yang terjebak mulai turun ke genangan air untuk mencari apa pun yang bisa dimakan.
“Setelah hari ke-4, air surut dan semua turun cari makanan. Ada yang dapat mie mentah, itu yang dimakan buat ganjal perut,” ujarnya.
Meski hanya mie mentah, mereka tetap bersyukur. “Mie mentah yang dimakan, tapi happy, Alhamdulillah,” tambahnya.
Baca Juga: Sound horeg tenggelam saat nyadran di Sidoarjo, perahu oleng diduga tak kuat beban 1 ton
Berebut roti di hari kelima
Memasuki hari kelima, warga akhirnya bisa merasakan makanan yang lebih layak. Seorang pedagang roti datang ke SPBU, disambut haru para pengungsi.
Artikel Terkait
Lubang raksasa di Aceh Tengah terus meluas, jalan penghubung terputus
Salim A Fillah ingatkan bencana Sumatera belum usai, pilih hidupkan sekolah demi masa depan anak-anak
Dua bulan pascabanjir, warga Kampung Jamat Aceh Tengah masih krisis air bersih
Dua bulan pascabanjir Aceh Timur, kegiatan mengaji anak-anak di Dayah Sarah Gala masih terhenti
Semangat anak-anak Desa Sekumur Aceh Tamiang, bawa meja sendiri untuk belajar di sekolah
Ramadan kian dekat, warga Desa Sekumur Aceh Tamiang masih bertahan di tenda pascabanjir
Bertahan 12 hari di rooftop saat banjir Aceh Tamiang, kisah warga saling jaga dan saling bantu