Bertahan 12 hari di rooftop saat banjir Aceh Tamiang, kisah warga saling jaga dan saling bantu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 9 Februari 2026 | 22:07 WIB
Cerita warga Aceh Tamiang saat banjir mulai datang menggenangi kawasan permukiman warga (Instagram/keila_dwi_putri_real)
Cerita warga Aceh Tamiang saat banjir mulai datang menggenangi kawasan permukiman warga (Instagram/keila_dwi_putri_real)

GENMILENIAL.ID — Lebih dari dua bulan berlalu sejak banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025.

Namun, kisah perjuangan para penyintas masih membekas kuat, salah satunya cerita warga di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang bertahan hidup selama hampir dua pekan di rooftop rumah bersama para tetangga.

Kisah tersebut dibagikan melalui unggahan akun Instagram @keila_dwi_putri_real pada Minggu 8 Februari 2026. 

Dalam video yang diunggah, terlihat momen-momen menegangkan ketika air banjir perlahan merendam rumah hingga memaksa warga melakukan evakuasi mandiri.

Baca Juga: Tarhib Ramadan Ruang Teduh Subang, satukan umat sambut bulan suci dengan kemurnian iman

Kejar waktu beli sembako saat air terus naik

Pemilik akun mengungkapkan, saat air mulai memasuki rumah, dirinya berinisiatif membeli sembako sebagai persiapan menghadapi kemungkinan terburuk.

Dalam video terlihat mobil yang dikendarainya harus menerobos banjir dengan ketinggian air mencapai setengah bodi kendaraan.

“Kami kejar-kejaran dengan air yang semakin naik. Nekat nerobos banjir walau sensor mobil terus bunyi, yang penting bisa sampai rumah dan tidak kebawa arus,” tuturnya.

Sesampainya di rumah, keluarga sempat berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Namun, derasnya air membuat sebagian besar barang akhirnya harus direlakan.

Baca Juga: Ngaku Resmob Polda Jabar dan todong softgun, komplotan pemeras di Subang akhirnya dibekuk polisi

“Aku langsung prepare tempat buat evakuasi barang, tapi air sudah masuk ke semua sudut rumah. Akhirnya pasrah,” imbuhnya.

Evakuasi mandiri bersama tetangga

Ketika kondisi semakin memburuk, para tetangga mulai berdatangan untuk mencari tempat yang lebih aman. Mereka membawa serta balita dan orang tua yang sedang sakit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X