'Kami bukan orang malas', curhat Kepala Desa Aceh Tengah ungkap akses terputus jadi derita pascabanjir

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 9 Januari 2026 | 13:13 WIB
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah (Instagram.com/@salimafillah_official)
Menyoroti penuturan pendakwah Salim A Fillah terkait perjuangan warga yang terdampak bencana di Aceh Tengah (Instagram.com/@salimafillah_official)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan persoalan serius bagi warga terdampak, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Hingga awal Januari 2026, pemulihan belum sepenuhnya berjalan karena akses jalan dan jembatan di sejumlah desa masih terputus.

Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial warga terhenti.

Situasi inilah yang diungkapkan oleh pendakwah asal Yogyakarta, Salim A Fillah, saat mengunjungi wilayah terdampak banjir di Aceh Tengah.

Baca Juga: 8 Pejabat strategis dilantik, Bupati Subang janjikan birokrasi bersih dan profesional

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @salimfillah_official, Minggu 4 Januari 2026, Salim membagikan perbincangan singkatnya dengan seorang kepala desa atau reje di Aceh Tengah yang menyentuh perhatian publik.

Akses jalan terputus, ekonomi warga lumpuh

Salim menegaskan bahwa persoalan utama yang membuat warga menderita bukan semata kekurangan bantuan, melainkan akses darat yang belum pulih akibat jembatan putus dan longsor.

“Inilah yang membuat kami fokus pada perbaikan akses, karena ini sangat vital. Kalau akses terputus, ekonomi tidak bisa berputar, masyarakat tidak bisa jual beli,” ujar Salim dalam keterangannya.

Menurutnya, tanpa akses jalan yang layak, distribusi bantuan pun terhambat, sementara warga tidak bisa kembali bekerja seperti sebelum bencana terjadi.

Baca Juga: Dokter Tifa klaim ada enam versi ijazah Jokowi, soroti emboss dan watermark versi Polda Metro Jaya

'Kami bukan orang malas, kami petani'

Dalam video tersebut, kepala desa setempat menyampaikan curahan hati yang menyayat. Ia menegaskan bahwa warganya bukan masyarakat yang bergantung pada bantuan.

“Kalau seandainya, Pak, akses jalan kami bisa lewat, kami tidak perlu bantuan,” ucap sang kepala desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X