Dokter Tifa klaim ada enam versi ijazah Jokowi, soroti emboss dan watermark versi Polda Metro Jaya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 9 Januari 2026 | 00:01 WIB
Dokter Tifa sebut ada 6 versi ijazah Jokowi yang diketahui publik (YouTube/Bambang Widjojanto)
Dokter Tifa sebut ada 6 versi ijazah Jokowi yang diketahui publik (YouTube/Bambang Widjojanto)

GINMILENIAL.ID — Polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mencuat ke ruang publik.

Kali ini, sorotan datang dari pernyataan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa yang mengklaim adanya enam versi spesimen ijazah Jokowi yang pernah ditampilkan ke publik dalam rentang waktu berbeda.

Dokter Tifa menyampaikan klaim tersebut dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 8 Januari 2026.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa perbedaan paling mencolok justru muncul pada ijazah versi yang kini berada di bawah penguasaan Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Tak sekadar jaga keamanan, Polri turun ke sawah dukung ketahanan pangan nasional lewat panen raya jagung

Klaim enam spesimen ijazah Jokowi

Menurut dokter Tifa, sejak polemik ini bergulir pada Mei hingga Desember 2025, publik setidaknya telah disuguhi enam versi ijazah Jokowi.

“Dari sudut pandang saya, sejak 22 Mei 2025 sampai 15 Desember 2025, setidaknya ada enam versi spesimen ijazah Joko Widodo,” ujar dokter Tifa.

Ia merinci, versi pertama adalah ijazah yang ditampilkan Bareskrim Polri dalam bentuk slide yang hanya bisa disaksikan masyarakat melalui layar televisi.

Baca Juga: Panen raya jagung Polres Subang jadi bukti peran aktif Polri dorong swasembada pangan nasional

Versi kedua berupa foto ijazah yang diunggah politikus PSI, Dian Sandi Utama, di media sosial X.

Sementara versi ketiga, keempat, dan kelima berasal dari dokumen Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surakarta, KPUD Jakarta, serta KPU pusat yang seluruhnya berupa fotokopi dan disebut telah beredar salinannya di publik.

“Versi yang keenam adalah yang dari Polda Metro Jaya. Saya mesti katakan, secara scientific beda,” tegasnya.

Emboss dan watermark jadi sorotan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X