Tolak uang dan makanan, pengungsi Aceh Tamiang ini hanya minta mukena agar bisa salat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 14 Desember 2025 | 23:14 WIB
Pengungsi di Aceh Tamiang yang meminta bantuan mukena untuk salat (TikTok/zaits_bf)
Pengungsi di Aceh Tamiang yang meminta bantuan mukena untuk salat (TikTok/zaits_bf)

GENMILENIAL.ID — Di tengah derasnya bantuan yang mengalir ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, sebuah kisah sederhana namun menggetarkan hati datang dari pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.

Seorang ibu pengungsi memilih menolak uang dan tambahan makanan, bukan karena tidak membutuhkan, melainkan karena ada kebutuhan yang lebih mendesak baginya, mukena untuk beribadah.

Kisah tersebut viral setelah diunggah akun TikTok @zaits_bf pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Baca Juga: Gotong royong warga bangkitkan harapan, Kang Rey resmikan rumah layak huni korban kebakaran di Ciasem

Dalam video itu, sang ibu dengan suara lirih namun tegas menyampaikan bahwa ia tidak meminta bantuan berupa uang, melainkan perlengkapan ibadah agar bisa kembali menunaikan salat dengan layak di tengah kondisi darurat.

Pengungsi pilih mukena, bukan uang

Perekam video menjelaskan bahwa pengungsi tersebut menolak pemberian uang dan tambahan makanan karena kebutuhan logistik dasar dinilai sudah tercukupi. Namun, perlengkapan ibadah justru luput dari perhatian.

“Ibu ini perlunya mukena. Dikasih uang nggak mau. Mukena sama jilbab, ibu ini mau ibadah nggak bisa,” ujar perekam video dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Tak perlu pikir biaya, Pemkab Subang jemput bola tangani dua penderita tumor di Ciasem

Video itu juga memperlihatkan kondisi tempat tinggal sementara sang ibu yang hanya berupa terpal sederhana dengan atap rendah.

Di lokasi itu, ia bertahan bersama keluarga dalam keterbatasan pascabanjir.

“Tidurnya di sini, dikasih uang dia nggak mau uang. Dia cuma mau mukena,” lanjutnya.

Kesulitan beribadah di tengah pengungsian

Dalam pengakuannya, sang ibu menyebut bahwa makanan bukan lagi persoalan utama. Ia justru merasa kesulitan menjalankan ibadah karena tidak memiliki mukena, sarung, maupun selimut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X