“Iya mukena dengan kain sarung, selimut. Suami sakit. Lainnya nggak usah, makanan sudah ada,” tuturnya.
Ia menegaskan, permintaannya semata-mata agar bisa kembali mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah musibah yang menimpa.
“Ibu nggak minta duit. Mau untuk salat, berdoa sama Allah karena saya mau salat susah,” katanya.
Kondisi terkini bencana banjir dan longsor
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 13 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.006 orang.
Baca Juga: Di balik senyumnya, bocah pengungsi Aceh hanya minta satu baju karena pakaiannya hanyut
Dari jumlah tersebut, 414 korban berasal dari Aceh, disusul Sumatera Utara 349 orang dan Sumatera Barat 242 orang.
Jumlah pengungsi tercatat mencapai 654 ribu jiwa di tiga provinsi terdampak. Khusus Aceh, terdapat 130.968 kepala keluarga atau 484.944 jiwa yang tersebar di 2.186 titik pengungsian.
BNPB juga mencatat 3.845 orang mengalami luka ringan dan 479 orang luka berat, sementara pemulihan infrastruktur, termasuk jembatan di lintas timur Aceh, masih terus dikebut demi kelancaran distribusi bantuan.
Kisah pengungsi Aceh Tamiang ini menjadi pengingat bahwa di balik kebutuhan fisik, kebutuhan spiritual korban bencana juga tak boleh diabaikan.***
Artikel Terkait
Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Bahagia dalam kesederhanaan, senyum 2 bocah pengungsi Aceh mekar saat terima madu dan kurma
Susuri pesisir Aceh Utara pasca banjir bandang, Menko Zulhas tegaskan hutan lindung tak boleh dirusak
Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang
Di balik senyumnya, bocah pengungsi Aceh hanya minta satu baju karena pakaiannya hanyut
Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman