GENMILENIAL.ID — Di tengah keterbatasan dan duka akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, secercah kebahagiaan sederhana tampak dari wajah dua bocah cilik di tenda pengungsian.
Tanpa mainan mahal atau hadiah besar, senyum mereka merekah hanya karena sebotol madu dan beberapa butir kurma.
Momen menyentuh itu terekam dan diunggah oleh akun Instagram @auliafaulia pada Jumat, 12 Desember 2025.
Unggahan tersebut dengan cepat menyita perhatian warganet karena menampilkan kepolosan dan kebahagiaan tulus anak-anak di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Skandal WO Ayu Puspita: 207 Korban mengadu ke polisi, kerugian tembus Rp11,5 miliar
Senyum polos di tengah tenda pengungsian
Dalam video singkat tersebut, dua bocah pengungsi tampak mendekati relawan dengan wajah penuh harap.
Mereka berada di area pengungsian korban banjir Aceh yang masih dipenuhi tenda darurat dan keterbatasan fasilitas.
Saat relawan menyodorkan satu botol madu dan beberapa buah kurma, mata kedua bocah itu langsung berbinar.
Tanpa ragu, salah satu dari mereka menjawab dengan lugas ketika ditanya apakah menginginkan bingkisan tersebut.
Baca Juga: 6 Anggota Polri jadi tersangka, ini kronologi lengkap penganiyaan maut di TMP Kalibata
“Iya mau,” ucap bocah itu singkat, disertai senyum lebar yang menunjukkan kebahagiaan tanpa dibuat-buat.
Sehat di tengah keterbatasan
Tak hanya soal makanan, relawan juga menanyakan kondisi kesehatan mereka.
Artikel Terkait
Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah
BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan
Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan
Kontur jalan Aceh Tamiang masih ‘seperti agar-agar’, warga khawatir akses tak kunjung pulih pascabanjir
Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Air mata relawan menetes, permintaan dua selimut bocah korban banjir Aceh: Satu untuk mamak