Di balik senyumnya, bocah pengungsi Aceh hanya minta satu baju karena pakaiannya hanyut

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:31 WIB
Tangkapan layar bocah yang meminta dibawakan satu baju karena semua pakaiannya hanyut terbawa banjir (Instagram/hafizadinata_)
Tangkapan layar bocah yang meminta dibawakan satu baju karena semua pakaiannya hanyut terbawa banjir (Instagram/hafizadinata_)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir kerap menyisakan luka mendalam, bukan hanya berupa kerusakan harta benda, tetapi juga rasa kehilangan dan ketidakpastian, terutama bagi anak-anak.

Namun, di tengah situasi sulit tersebut, ketegaran dan kepolosan anak-anak korban bencana justru sering kali menjadi sumber inspirasi dan pengingat bagi banyak orang.

Sebuah momen mengharukan terekam saat seorang bocah pengungsi banjir di Aceh bertemu dengan relawan yang datang menyalurkan bantuan.

Baca Juga: Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang

Kisah tersebut dibagikan melalui akun Instagram @hafizadinata dan dengan cepat menjadi viral di media sosial karena menyentuh sisi kemanusiaan publik.

Kehilangan segalanya karena banjir

Dalam video yang beredar, bocah tersebut tampak menyambut para relawan dengan senyum polos, meskipun ia baru saja mengalami kehilangan besar akibat bencana banjir.

Saat ditanya mengenai barang-barangnya, ia dengan jujur mengungkapkan bahwa hampir semuanya telah hilang terseret arus.

“Enggak ada, udah pergi sama air,” ucapnya singkat, menggambarkan bagaimana banjir telah menghanyutkan pakaian dan barang pribadinya.

Baca Juga: Sistem penerimaan negara disorot, Hashim Djojohadikusumo sebut pajak hingga royalti Indonesia termasuk terburuk di dunia

Ucapan sederhana itu mencerminkan kenyataan pahit yang harus diterima anak seusianya—kehilangan kebutuhan dasar yang seharusnya mudah ia dapatkan dalam kehidupan normal.

Permintaan sederhana yang menyentuh hati

Meski berada dalam kondisi serba kekurangan, bocah tersebut tidak meminta banyak hal. Dengan suara lirih namun penuh harap, ia hanya menyampaikan satu permintaan kepada relawan.

“Besok bawa baju untuk aku satu ya,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X