Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 14 Desember 2025 | 22:11 WIB
Momen ibu di Aceh berhasil melakukan video call dengan anaknya yang berada di Yaman (Instagram/marbot.aplikasi)
Momen ibu di Aceh berhasil melakukan video call dengan anaknya yang berada di Yaman (Instagram/marbot.aplikasi)

Anak yang melakukan video call tersebut diketahui bernama Subeqi Firdaus, mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Yaman.

“Jazakumullah khoiron kakak kelas saya, ustaz @banualfth dan tim sudah datang jauh-jauh dari Jawa ke rumah saya di Aceh Tamiang. Akhirnya saya bisa video call dengan orang tua saya,” tulis Subeqi dalam kolom komentar.

Baca Juga: Sistem penerimaan negara disorot, Hashim Djojohadikusumo sebut pajak hingga royalti Indonesia termasuk terburuk di dunia

Unggahan tersebut memperlihatkan betapa krusialnya akses komunikasi bagi keluarga yang terpisah jarak, terlebih saat bencana melanda.

Listrik dan jaringan masih jadi persoalan

Di balik momen haru tersebut, persoalan listrik dan telekomunikasi di Aceh masih menjadi pekerjaan besar.

PLN mencatat sedikitnya lima Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan roboh akibat banjir besar, menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terputus dari jaringan Sumatera.

Untuk percepatan pemulihan, PLN mengerahkan 1.476 personel ke berbagai titik terdampak.

Baca Juga: Dijerat Pasal 170 ayat 3 KUHP, 6 anggota Yanma Polri jadi tersangka pengeroyokan maut debt collector di Kalibata

Sementara itu, pemulihan jaringan telekomunikasi hingga Kamis, 11 Desember 2025, baru mencapai sekitar 40 persen.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa pemulihan listrik sangat berpengaruh terhadap kembalinya jaringan telekomunikasi di Aceh.

Ia menegaskan, konektivitas akan kembali normal seiring dengan stabilnya pasokan listrik.

Kisah ibu dan anak yang akhirnya bisa saling melihat wajah ini menjadi simbol betapa pentingnya kehadiran relawan dan teknologi di tengah krisis kemanusiaan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X