GENMILENIAL.ID — Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan kritik keras terhadap sistem penerimaan negara Indonesia yang dinilainya berada dalam kondisi sangat buruk.
Hashim menyebut pengelolaan pajak, bea cukai, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Indonesia termasuk yang terlemah di dunia dan menjadi penyebab utama minimnya pendapatan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menjadi pembicara dalam acara Bedah Buku Indonesia Naik Kelas bertajuk Future Talk: Indonesia Naik Kelas & Peran Sivitas Akademika yang digelar di Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025.
Rasio penerimaan negara sangat rendah
Dalam paparannya, Hashim mengungkapkan bahwa rasio penerimaan negara Indonesia hanya berada di kisaran 9–10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan rasio penerimaan terendah secara global.
“Sistem penerimaan negara kita, pajak, bea cukai, PNBP, royalti, sangat-sangat parah, parah sekali,” tegas Hashim di hadapan sivitas akademika.
Ia menilai rendahnya rasio penerimaan negara tidak mencerminkan potensi ekonomi nasional yang sebenarnya.
Menurut Hashim, Indonesia seharusnya mampu mencatat pendapatan jauh lebih besar jika sistem dikelola secara profesional dan akuntabel.
“Kalau memang aparat pajak, aparat bea cukai, aparat semuanya itu bekerja dengan benar, Indonesia bukan negara defisit. Indonesia negara surplus,” ujarnya.
Ekonomi gelap capai 35 persen
Hashim juga menyoroti besarnya porsi ekonomi gelap dan ekonomi abu-abu yang belum tercatat dalam sistem resmi negara.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya tertibkan pegawai pajak dan bea cukai lewat sidak mendadak dan sistem aduan masyarakat
Mahfud MD sebut Sri Mulyani terlalu protektif terhadap anak buah di kasus korupsi pajak dan bea cukai
MUI keluarkan fatwa pajak berkeadilan: Sembako, rumah, dan PBB tak layak dipungut berulang
Dirjen Bea Cukai akui kebijakan CHT belum efektif: Budaya merokok mengakar dan rokok ilegal menguat karena daya beli rendah
Penerimaan pajak neto turun 3,9 persen, DPR sentil Menkeu Purbaya: Ruang fiskal 2026 terancam makin sempit
MUI sarankan pemerintah bentuk Koperasi Merah Putih berbasis syariah, singgung kebutuhan publik hingga pajak berkeadilan
Menkeu Purbaya akui citra bea cukai terlanjur buruk, minta setahun untuk benahi total