Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:10 WIB
Tangkapan layar sukacita seorang pengungsi saat menyantap nasi padang setelah dua minggu hanya mengonsumsi mi instan di posko pengungsian (Instagram/reziguci)
Tangkapan layar sukacita seorang pengungsi saat menyantap nasi padang setelah dua minggu hanya mengonsumsi mi instan di posko pengungsian (Instagram/reziguci)

Ia bahkan menyamakan perasaan bahagianya dengan perayaan hari besar.

Baca Juga: Susuri pesisir Aceh Utara pasca banjir bandang, Menko Zulhas tegaskan hutan lindung tak boleh dirusak

“Macam hari raya aku bang, macam dapat baju baru,” katanya dengan mata berbinar.

Ungkapan polos itu mencerminkan betapa kejenuhan dan kelelahan psikologis selama di pengungsian bisa terobati hanya dengan makanan yang akrab dan dirindukan.

Dampak psikologis bantuan yang sering terlupakan

Kisah ini membuka mata banyak pihak bahwa bantuan bencana tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga kualitas dan kedekatan emosional dengan para korban.

Makanan khas daerah atau makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari ternyata memiliki dampak psikologis besar bagi pengungsi.

Baca Juga: Bahagia dalam kesederhanaan, senyum 2 bocah pengungsi Aceh mekar saat terima madu dan kurma

Sepiring Nasi Padang dalam kisah ini menjadi simbol kembalinya rasa normal di tengah situasi darurat, sekaligus penanda bahwa para korban tidak dilupakan.

Pengingat pentingnya pendekatan kemanusiaan

Di balik cerita sederhana ini, tersimpan pesan kuat bagi para relawan, pemerintah, dan masyarakat luas, memperhatikan kebutuhan kecil dan kerinduan para pengungsi dapat menghadirkan harapan besar.

Bagi korban banjir Aceh Tamiang, sepiring Nasi Padang bukan hanya makanan, tetapi bentuk perhatian, empati, dan penguatan mental untuk bertahan menghadapi masa sulit pascabencana.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X