GENMILENIAL.ID — Kondisi akses yang masih terputus di sejumlah wilayah Bener Meriah, Aceh, membuat ribuan warga terpaksa berjalan kaki berjam-jam demi mendapatkan kebutuhan dasar seperti beras dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa pembukaan jalur menuju daerah terisolasi masih menjadi pekerjaan besar akibat longsor dan kerusakan infrastruktur yang belum tertangani sepenuhnya.
Akses masih terputus, bantuan tak bisa masuk optimal
Hingga kini, sebagian wilayah Bener Meriah masih sulit dijangkau kendaraan roda empat maupun distribusi logistik.
Baca Juga: Kayu menumpuk jadi kendala, Gubernur Aceh ungkap Tim China sulit deteksi jenazah korban banjir
Kondisi tersebut menyebabkan bantuan yang seharusnya tiba lebih cepat belum bisa menjangkau masyarakat yang sangat membutuhkan.
Ketergantungan pada jalur darat yang rusak parah membuat warga harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Situasi ini terlihat jelas dalam sebuah video yang beredar di TikTok, memperlihatkan warga Bener Meriah mengantre untuk mendapatkan BBM yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka.
Warga dari berbagai kampung tampak berkumpul, menunggu giliran untuk mengisi jeriken mereka.
Baca Juga: Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan
‘Pasar minyak dadakan’ muncul di Kampung Kem
Dalam unggahan akun TikTok @seputar.provinsi.aceh pada Jumat, 12 Desember 2025, tampak warga dari Bener Meriah dan Takengon memadati Kampung Kem untuk membeli sembako dan BBM.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin, 8 Desember 2025.
Mobil bak terbuka yang membawa drum BBM menjadi pusat kerumunan.
Artikel Terkait
Bertaruh nyawa di jalur longsoran, pengungsi banjir Aceh Utara cari beras dan BBM
Pilu pria di Sibolga kumandangkan azan setiap hari di lokasi terakhir ia melihat istrinya yang hilang tertimbun longsor
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah
BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan
Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan
Kayu menumpuk jadi kendala, Gubernur Aceh ungkap Tim China sulit deteksi jenazah korban banjir