Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 21:54 WIB
Menyoroti cerita pilu influencer kuliner, King Abdi saat menjumpai para pengungsi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang (Instagram.com/@kingabdi_jajanmercon)
Menyoroti cerita pilu influencer kuliner, King Abdi saat menjumpai para pengungsi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang (Instagram.com/@kingabdi_jajanmercon)

GENMILENIAL.IDAceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

Ribuan warga masih bertahan di pengungsian, menghadapi kondisi serba terbatas dan kelaparan pascabencana besar tersebut.

Di tengah situasi sulit itu, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, termasuk dari influencer kuliner Amrizal Nuril Abdi atau yang dikenal sebagai King Abdi, yang datang langsung untuk memasak ribuan porsi makanan bagi para korban.

Baca Juga: BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan

6.000 Porsi makanan untuk korban: Pengungsi menangis saat mencicipi daging

Melalui akun Instagram pribadinya @kingabdi_jajanmercon, King Abdi membagikan momen saat ia menyiapkan 6.000 porsi makanan untuk para pengungsi di Aceh Tamiang.

Menu yang ia bawa bukan sembarangan—daging sapi, ayam, udang, dan sayuran lengkap.

Namun bukan hanya soal makanan. King Abdi menceritakan bagaimana banyak pengungsi tak kuasa menahan air mata ketika mencicipi hidangan itu.

Baca Juga: Lumpur pascabanjir hampir seatap, warga di Sumatera harus merangkak saat masuk rumah

Dalam salah satu video, tampak seorang ibu menangis haru sambil memakan sepotong daging.

“Dua minggu baru makan daging…” ucapnya lirih.

Momen itu memperlihatkan beratnya kondisi para korban yang dalam dua pekan terakhir bertahan hanya dengan makanan seadanya.

Lapar hebat, tapi tidak ada yang serakah

Yang membuat King Abdi tersentuh adalah sikap para pengungsi yang meski kelaparan, tetap mengutamakan satu sama lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X