Kayu menumpuk jadi kendala, Gubernur Aceh ungkap Tim China sulit deteksi jenazah korban banjir

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 12 Desember 2025 | 22:21 WIB
Gubernur Mualem ungkap tim yang didatangkan dari China belum bekerja maksimal (Instagram/muzakirmanaf1964)
Gubernur Mualem ungkap tim yang didatangkan dari China belum bekerja maksimal (Instagram/muzakirmanaf1964)

GENMILENIAL.ID — Sudah dua minggu berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menghantam Aceh pada akhir November 2025, namun proses pencarian korban masih menghadapi tantangan berat.

Sejumlah warga masih dinyatakan hilang, membuat tim pencarian terus bekerja di lapangan.

Salah satu upaya dilakukan dengan mendatangkan tim Blue Sky Rescue (BSR) dari China, yang khusus membantu pencarian jenazah yang diduga tertimbun lumpur dan material longsor.

Baca Juga: Harunya pengungsi Aceh Tamiang: Lapar berhari-hari, tapi tetap tidak serakah saat dapat bantuan

Namun, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkapkan bahwa kinerja tim tersebut belum bisa optimal akibat kondisi medan yang ekstrem.

Deteksi jenazah terkendala tumpukan kayu dan lumpur tebal

Mualem menjelaskan bahwa relawan asal China menghadapi hambatan besar berupa tumpukan kayu sisa banjir, yang menutup akses dan menyulitkan perangkat deteksi jenazah bekerja maksimal.

“Hasil kerja mereka belum maksimal, medannya masih digenangi kayu-kayuan,” ujar Mualem kepada awak media, Kamis 11 Desember 2025.

Baca Juga: BNPB: Korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera tembus 990 jiwa, upaya pencarian terus dilakukan

“Itu yang membuat mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat," sambungnya.

Tim BSR yang berjumlah lima orang ini sebelumnya bertugas di Aceh Utara dan dijadwalkan berpindah ke Aceh Tamiang yang juga mengalami dampak berat.

Alasan Aceh datangkan tim khusus dari China

Langkah mendatangkan tim pencari dari China mendapat perhatian publik, terlebih di tengah pernyataan pemerintah pusat bahwa penanganan bencana Sumatera dapat dilakukan secara mandiri.

Namun Mualem menegaskan keputusan tersebut diambil karena kondisi lapangan menuntut teknologi dan keahlian khusus untuk mendeteksi jenazah yang telah tertimbun berhari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X