Rhenald Kasali soroti proyek mangkrak di RI, bandingkan dengan infrastruktur jumbo di China: Dulu dibangun untuk 20 tahun ke depan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 13 November 2025 | 03:27 WIB
Menyoroti pernyataan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali terkait polemik mega proyek di RI (YouTube.com/Prof. Rhenald Kasali)
Menyoroti pernyataan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali terkait polemik mega proyek di RI (YouTube.com/Prof. Rhenald Kasali)

Rhenald Kasali: Proyek besar harus punya visi jangka panjang

Sejalan dengan itu, praktisi bisnis dan akademisi Prof. Rhenald Kasali juga menyoroti fenomena proyek raksasa yang berhenti di tengah jalan, salah satunya mega proyek Meikarta yang disebut bernilai investasi Rp278 triliun.

Dalam siniar YouTube pribadinya yang tayang Senin 10 November 2015, Rhenald menilai proyek-proyek seperti Meikarta mencerminkan lemahnya kesinambungan antar-pemerintahan serta indikasi kurangnya perencanaan jangka panjang.

“Bagaimana tuh kabarnya Meikarta? Itu dulu 278 triliun investasinya. Ini Indonesia ingin maju tapi juga membiarkan segala sesuatu mangkrak,” ujarnya.

Baca Juga: JPP Promedia bahas konsep self policing bersama Ketua DIKPI, dorong kesadaran masyarakat jadi polisi bagi diri sendiri

Menurutnya, banyak proyek besar berhenti bukan karena tidak berguna, tetapi karena pemerintah penerus mengabaikan program pendahulunya.

“Mangkrak juga karena penerusnya mengabaikan, pendahulunya sangat mengaitkan dengan dirinya,” sambung Rhenald.

Belajar dari China: Bangun sekarang, panen 20 tahun kemudian

Rhenald kemudian membandingkan situasi Indonesia dengan China, yang dua dekade lalu membangun infrastruktur besar-besaran meski belum digunakan optimal saat itu.

“Saya masih ingat, 20 tahun lalu ketika pergi ke Cina, kita bisa menyaksikan infrastruktur besar saat itu tidak ramai. Tapi sekarang bukan hanya jalanan yang besar, jembatan, saluran air, sampai gorong-gorongnya pun besar sekali,” ungkap Rhenald.

Baca Juga: Mahfud MD soroti titik lemah Polri di penegakan hukum, tegaskan reformasi harus beri hasil dalam 3 bulan

Ia mengatakan, visi jangka panjang China terbukti berhasil menopang pertumbuhan ekonominya saat ini.

“Rupanya, itu dipersiapkan untuk 20 tahun mendatang,” ujarnya.

Rhenald menilai, Indonesia seharusnya meniru pendekatan itu, bukan sekadar membangun proyek besar untuk kepentingan politik jangka pendek.

“Perlu diingat, di seluruh penjuru Tanah Air banyak sekali bangunan infrastruktur yang kini terancam mangkrak. Padahal kalau kita hidupkan itu, bisa jadi mesin penggerak ekonomi kita,” tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X