Mahfud MD soroti titik lemah Polri di penegakan hukum, tegaskan reformasi harus beri hasil dalam 3 bulan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 12 November 2025 | 15:08 WIB
Mahfud MD menyebut titik terburuk Polri berada di sektor penegakan hukum (Tangkapan layar YouTube Mahfud MD)
Mahfud MD menyebut titik terburuk Polri berada di sektor penegakan hukum (Tangkapan layar YouTube Mahfud MD)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai bahwa titik terlemah dalam institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berada pada sektor penegakan hukum.

Menurutnya, dua sektor lain seperti pengayoman dan pelayanan publik masih dinilai cukup baik.

“Yang buruk di penegakan hukum. Kalau pengayoman, pelayanan, itu nampaknya baik,” ujar Mahfud MD dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Senin, 10 November 2025.

Baca Juga: Ketua DIKPI Dedy Tabrani: Keluarga perlu terapkan konsep self policing untuk cegah bahaya sejak dini

Mahfud yang kini menjadi anggota Komite Percepatan Reformasi Polri menuturkan, kelemahan institusi ini sebenarnya sudah diakui secara internal.

Ia menyebut beberapa isu seperti hedonisme, kesewenang-wenangan, dan pemerasan bahkan muncul dalam presentasi tim reformasi Polri di hadapan para petinggi kepolisian.

“Kelemahan-kelemahan kami yang disorot oleh masyarakat ada hedonisme, kesewenang-wenangan, pemerasan, dan macam-macam itu muncul di presentasi mereka tadi,” ungkap Mahfud.

Baca Juga: Tangis haru sambut kepulangan Bilqis, balita Makassar yang sempat diculik di taman bermain

Tenggat waktu 3 bulan untuk reformasi polri

Dalam upaya memperbaiki citra dan kinerja Polri, Mahfud MD memberikan batas waktu tiga bulan agar tim reformasi mampu menghasilkan output nyata.

Ia menegaskan, proses reformasi akan berjalan terbuka dan melibatkan partisipasi publik.

“Dalam dua minggu ke depan kami mentargetkan tiga bulan lah, tiga bulan tuh sudah ada produknya,” kata Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menuturkan, tim reformasi akan segera mengundang partisipasi masyarakat dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Baca Juga: Bupati Subang tegaskan tak ada pungli dalam rekrutmen kerja, dorong sinergi kampus dan industri tekan pengangguran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X