Kepada penyidik, Ana mengaku awalnya hanya ingin merawat Bilqis karena melihat anak itu sendirian tanpa pengawasan orang tua. Namun karena desakan ekonomi, ia kemudian menjual Bilqis kepada pelaku lain.
“Saya tidak intai (Bilqis). Awalnya mau ambil itu anak untuk dirawat dengan baik. Tapi karena kami butuh uang jadi tanggal 3 itu saya jual,” kata Ana di Mapolrestabes Makassar.
Tiga pelaku lainnya, masing-masing berinisial ME, NA, dan AS, ditangkap di Jambi. Mereka berperan dalam membawa Bilqis keluar dari Makassar menuju Jakarta sebelum akhirnya ditemukan di Jambi.
Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan di balik kasus penculikan anak tersebut.
“Semua pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kita pastikan penyelidikan terus berlanjut,” tegas Arya.
Baca Juga: Ratas dengan Prabowo, Prasetyo Hadi singgung pembatasan game online pasca ledakan SMAN 72 Jakarta
Imbauan untuk orang tua
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat membawa anak-anak ke ruang publik.
Polisi mengimbau agar orang tua selalu mendampingi anak di area taman bermain guna mencegah hal serupa terjadi kembali.***
Artikel Terkait
Rame pesan berantai penculikan anak di Bekasi, Polisi pastikan itu hoax
KemenPPPA soroti isu penculikan anak, minta para keluarga untuk lebih waspada
10 Ribu anak jadi korban keracunan MBG, pemerintah tutup 106 dapur: Saatnya orang tua ikut siapkan makanan sekolah?
Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan
Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata
Polisi tetapkan siswa SMAN 72 sebagai anak berhadapan dengan hukum, Densus 88 turut dalami motif ledakan
Mahfud MD sebut Sri Mulyani terlalu protektif terhadap anak buah di kasus korupsi pajak dan bea cukai