Ratas dengan Prabowo, Prasetyo Hadi singgung pembatasan game online pasca ledakan SMAN 72 Jakarta

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 11 November 2025 | 18:27 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi ungkap arahan dari Presiden Prabowo soal insiden ledakan SMAN 72 Jakarta (Instagram/kemensetneg.ri)
Mensesneg Prasetyo Hadi ungkap arahan dari Presiden Prabowo soal insiden ledakan SMAN 72 Jakarta (Instagram/kemensetneg.ri)

 

GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan Kapolri untuk rapat terbatas (ratas) di Kertanegara pada Minggu sore, 9 November 2025, membahas insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi Presiden atas penanganan korban yang cepat serta proses pengamanan dan penyelidikan yang berjalan efektif.

Prabowo ingatkan kepedulian sosial

Prasetyo menuturkan bahwa Presiden Prabowo menekankan insiden ini menjadi peringatan penting untuk menumbuhkan kembali kepedulian sosial dan kehidupan bermasyarakat yang sehat.

Baca Juga: Tutut wakili keluarga terima gelar pahlawan nasional untuk Soeharto: Pro dan kontra wajar, jangan ekstrem

“Beliau membahas bagaimana Karang Taruna dan Pramuka harus aktif kembali, serta guru dan tenaga pendidik lebih aware terhadap hal-hal yang mencurigakan di sekolah,” ujar Prasetyo.

Pembatasan game online dan pengaruhnya

Dalam ratas tersebut, Prabowo juga memberi perhatian pada pengaruh game online terhadap generasi muda, khususnya terkait kekerasan yang bisa terbiasa dilakukan secara psikologis.

“Misalnya contoh PUBG, ada pembelajaran senjata yang berpotensi membahayakan psikologis anak. Pembatasan perlu dilakukan agar dampak negatif diminimalisir,” jelas Prasetyo.

Selain itu, ia menekankan perlunya menghindari bullying dan hal-hal negatif yang muncul dari lingkungan sosial dan media.

Baca Juga: Harris Turino angkat bicara soal rencana redenominasi rupiah, pastikan kawal momentum pelaksanaan kebijakan

DPR singgung media sosial

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menambahkan bahwa terduga pelaku yang masih pelajar terpengaruh media sosial.

“Kita imbau sekolah menerapkan asas kehati-hatian, jangan sembarangan melihat gadget karena konten di media sosial bisa memengaruhi psikologis anak,” ucap Dasco.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X