KemenPPPA soroti isu penculikan anak, minta para keluarga untuk lebih waspada

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 2 Februari 2023 | 23:52 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar (PMJNews)
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar (PMJNews)

GENMILENIAL.ID - Maraknya isu penculikan anak di sejumlah daerah di Indonesia telah menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar mengatakan fenomena penculikan anak justru akan lebih parah ketika pihak keluarga korban tidak melaporkan dan beranggapan bahwa anak akan kembali.

"Yang harus diwaspadai dia kehilangan anak lalu anggap tidak perlu dicari, kemungkinan itu ada nggak? Contoh di komunitas tertentu sudah biasa anak pergi pulangnya kapan-kapan. Itu bisa jadi nggak dicari," kata Nahar dikutip dari PMJNews pada Kamis 2 Februari 2023.

Baca Juga: Hadiri Rapat Kerja ISPI, seperti ini harapan Kang Jimat untuk kemajuan pendidikan di Subang

Pihaknya pun menegaskan bahwa pentingnya respon cepat dalam kasus penculikan anak.

Pihak dari keluarga korban diharapkan segera melapor ketika kehilangan anak, sebab timing waktu dapat menentukan anak kembali dengan selamat atau tidak.

"Pencarian ketika diculik harus cepat, karena ada korban yang ditemukan sudah meninggal," ucapnya.

Nahar juga mengingatkan agar para keluarga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan jaga lingkungan harus digalakkan, terlebih saat ini ketika ruang bermain anak semakin menyempit.

Baca Juga: Blusukan ke Pasar Baturiti Bali, Presiden Jokowi pastikan operasi pasar berlanjut sampai harga beras turun

"Semakin terbatasnya orang tua dan lingkungan kontrol anak-anak di lingkungan mereka sendiri. Maka beberapa kasus ngajak anak dengan iming-iming, misal eskrim," kata Nahar.

Termasuk soal identifikasi para terduga pelaku penculikan juga harus cermat, karena sebagian dari mereka berpura-pura sebagai ODGJ.

"Selanjutnya anak diajarkan jangan percaya dengan iming-iming itu. Tapi pola pikir anak memang berbeda. Makanya penculik pahami psikologis anak dengan iming-iming makanan, bermain," tuturnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X