GENMILENIAL.ID – SPPG Pasirkareumbi 03 Subang, salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang, terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme pengelolaan dapur.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, SPPG Pasirkareumbi 03 menggelar silaturahmi bersama 17 sekolah dan posyandu mitra penerima manfaat MBG, bertempat di Rumah Makan Purnama, Selasa 11 November 2025.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Owner SPPG Pasirkareumbi 03, Teti Asriyanti, yang juga berprofesi sebagai bidan, didampingi Kepala SPPG Candra Haikhal dan Accounting Lia Soleha.
Baca Juga: Ratas dengan Prabowo, Prasetyo Hadi singgung pembatasan game online pasca ledakan SMAN 72 Jakarta
Dalam sambutannya, Bidan Teti menegaskan pentingnya komunikasi dan evaluasi rutin agar layanan dapur MBG semakin baik.
“Kegiatan silaturahmi ini kami lakukan sebagai wujud komitmen SPPG Pasirkareumbi dalam meningkatkan kualitas layanan,” ujar Bidan Teti.
“Kami ingin mendengar langsung saran dan masukan dari sekolah serta posyandu penerima manfaat, sekaligus menyampaikan kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional agar dapur kami dapat terus berkembang dan profesional,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kebijakan operasional MBG, salah satu aturan yang diterapkan adalah pemerataan penerima manfaat hingga 3.000 orang bagi dapur yang sudah memiliki koki bersertifikasi resmi.
Sementara itu, Kepala SDN Panji, Yati mengapresiasi langkah SPPG Pasirkareumbi 03 yang terus menjaga kualitas layanan.
“Secara keseluruhan kami sangat puas dengan layanan yang dilakukan. Makanannya enak dan variatif setiap hari. Harus dipertahankan, semoga ke depan semakin baik lagi,” ungkapnya.
Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri oleh kepala sekolah atau penanggung jawab dari masing-masing sekolah mitra, masing-masing dua orang perwakilan.
Saat ini, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang yang dikelola oleh Yayasan Anagata Merah Putih telah beroperasi selama 47 hari, dengan total penerima manfaat mencapai 4.000 orang.***
Artikel Terkait
DPR soroti program MBG Prabowo: Target penerima manfaat meleset, daerah 3T dan kemiskinan ekstrem belum tersentuh
MBG disebut jadi penyebab naiknya harga daging dan telur ayam, BGN: Konsumsi meningkat butuh peternak baru
BGN kembalikan Rp70 triliun dana MBG tak terserap, Menkeu Purbaya: Uangnya belum ada di APBN 2025
Prabowo puji kepala BGN kembalikan Rp70 triliun anggaran MBG: Ini sejarah, pejabat kembalikan uang ke negara
Istana tegaskan Tim Koordinasi MBG bentukan Prabowo untuk dukung BGN, bukan gantikan peran
Zulhas soroti potensi ekonomi Rp86 triliun di balik program MBG, Indonesia bisa tiru pola Brasil dukung petani lokal
Program MBG di Subang dorong ekonomi daerah Rp1,4 triliun, Wabup tekankan pemerataan dan standar higienis