Sisi lain seteru Ferry Irwandi vs Gusti Aju Dewi: Adu gengsi akademik di balik kontroversi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 16 September 2025 | 00:03 WIB
Influencer Ferry Irwandi merasa difitnah berkali-kali dalam perseteruannya dengan Grafolog, Gusti Aju Dewi di media sosial (Instagram.com/@irwandiferry - @gustiajudewi)
Influencer Ferry Irwandi merasa difitnah berkali-kali dalam perseteruannya dengan Grafolog, Gusti Aju Dewi di media sosial (Instagram.com/@irwandiferry - @gustiajudewi)

GENMILENIAL.ID – Perseteruan antara influencer sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, dan grafolog terkemuka, Gusti Aju Dewi, masih menjadi perbincangan panas di media sosial.

Tuduhan manipulasi video yang dilayangkan Gusti terhadap Ferry membuat konflik keduanya semakin memanas.

Namun di balik kontroversi itu, publik justru menyoroti latar belakang akademik keduanya.

Rekam jejak pendidikan yang sama-sama mentereng membuat netizen ramai membandingkan siapa lebih unggul secara intelektual.

Baca Juga: KPU tutup akses ijazah capres-cawapres, dalih perlindungan data pribadi

Ferry Irwandi diketahui menempuh jalur pendidikan akuntansi dan manajemen. Alumni STAN itu melanjutkan studi Magister di Central Queensland University, Australia, dan kini tengah menempuh program doktoral di Monash University.

Ia juga pernah berkarier di Kementerian Keuangan sebelum terjun sebagai content creator lewat Malaka Project.

Sementara itu, Gusti Aju Dewi dikenal sebagai pionir grafologi Indonesia. Ia mendirikan Indonesian School of Graphologist (ISOG) dengan sertifikasi internasional yang diakui di 92 negara.

Baca Juga: KPK periksa lagi eks pejabat pajak Muhamad Haniv terkait dugaan gratifikasi

Saat ini, Gusti menempuh Magister Informatika di Universitas Nusa Putra dengan konsentrasi kecerdasan buatan, guna mengintegrasikan grafologi dengan teknologi AI.

Meski berangkat dari jalur berbeda, baik Ferry maupun Gusti sama-sama menempatkan pendidikan sebagai pijakan penting.

Seteru panas mereka kini bukan hanya soal kontroversi di dunia maya, tetapi juga dipandang publik sebagai adu gengsi akademik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X