GENMILENIAL.ID – Perseteruan antara influencer sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, dan grafolog terkemuka, Gusti Aju Dewi, masih menjadi perbincangan panas di media sosial.
Tuduhan manipulasi video yang dilayangkan Gusti terhadap Ferry membuat konflik keduanya semakin memanas.
Namun di balik kontroversi itu, publik justru menyoroti latar belakang akademik keduanya.
Rekam jejak pendidikan yang sama-sama mentereng membuat netizen ramai membandingkan siapa lebih unggul secara intelektual.
Baca Juga: KPU tutup akses ijazah capres-cawapres, dalih perlindungan data pribadi
Ferry Irwandi diketahui menempuh jalur pendidikan akuntansi dan manajemen. Alumni STAN itu melanjutkan studi Magister di Central Queensland University, Australia, dan kini tengah menempuh program doktoral di Monash University.
Ia juga pernah berkarier di Kementerian Keuangan sebelum terjun sebagai content creator lewat Malaka Project.
Sementara itu, Gusti Aju Dewi dikenal sebagai pionir grafologi Indonesia. Ia mendirikan Indonesian School of Graphologist (ISOG) dengan sertifikasi internasional yang diakui di 92 negara.
Baca Juga: KPK periksa lagi eks pejabat pajak Muhamad Haniv terkait dugaan gratifikasi
Saat ini, Gusti menempuh Magister Informatika di Universitas Nusa Putra dengan konsentrasi kecerdasan buatan, guna mengintegrasikan grafologi dengan teknologi AI.
Meski berangkat dari jalur berbeda, baik Ferry maupun Gusti sama-sama menempatkan pendidikan sebagai pijakan penting.
Seteru panas mereka kini bukan hanya soal kontroversi di dunia maya, tetapi juga dipandang publik sebagai adu gengsi akademik.***
Artikel Terkait
Dilaporkan Mabes TNI, Ferry Irwandi: Ide tak bisa dipenjara, publik dibuat bingung soal intel
Ferry Irwandi soroti Sri Mulyani: Bukan sekadar pejabat, tapi ibu dan guru yang membimbing
Respons irit Menhan Sjafrie soal Dansat Siber TNI polisikan Ferry Irwandi, ngaku enggan ikut campur
Mahfud MD sarankan kontroversi Ferry Irwandi vs Dansat Siber TNI tak perlu diperpanjang
Kontroversi Ferry Irwandi vs TNI: Supremasi sipil, HAM, dan batas kebebasan berekspresi
Ferry Irwandi abaikan kontroversinya, soroti nasib demonstran hilang usai aksi akhir Agustus
Ferry Irwandi dan TNI sepakati damai, polemik berakhir tanpa proses hukum