Dilaporkan Mabes TNI, Ferry Irwandi: Ide tak bisa dipenjara, publik dibuat bingung soal intel

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 8 September 2025 | 21:32 WIB
Influencer Indonesia, Ferry Irwandi yang kini dilaporkan Dansat Siber TNI ke Polda Metro terkait dugaan tindak pidana (Instagram.com/@irwandiferry)
Influencer Indonesia, Ferry Irwandi yang kini dilaporkan Dansat Siber TNI ke Polda Metro terkait dugaan tindak pidana (Instagram.com/@irwandiferry)

GENMILENIAL.IDKontroversi antara influencer Ferry Irwandi dengan Mabes TNI kian memanas setelah dirinya resmi dilaporkan terkait dugaan tindak pidana ke Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 8 September 2025.

Ferry menegaskan tidak akan lari dari kasus tersebut. Melalui unggahan Instagram Story pribadinya @irwandiferry, ia mengaku siap menghadapi semua proses hukum.

“Saya tidak lari ke mana-mana, setelah nomor saya didoxxing pun saya tidak pernah ganti nomor. Jadi sampai sekarang kalau bilang pernah coba kontak, saya tidak pernah dikontak. Terima kasih,” tulisnya.

Baca Juga: Jejak karier Purbaya Yudhi Sadewa: Dari migas, pasar modal, hingga kursi Menkeu di era Prabowo

Tak hanya itu, Ferry juga menyatakan dirinya tidak takut meski ancaman penjara membayang.

“Oh ya satu lagi, saya siap menghadapi semuanya, tenang saja. Saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut. Saya sampaikan satu hal, ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara,” ujarnya.

Sebelumnya, Komandan Satuan Siber Mabes TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan Ferry.

Temuan itu berasal dari patroli siber, lalu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk konsultasi.

Baca Juga: Ferry Irwandi tanggapi namanya disebut dalam temuan dugaan pidana Mabes TNI

Meski begitu, Juinta belum merinci bentuk dugaan pidana yang dimaksud. Ia hanya menegaskan bahwa proses hukum akan dilanjutkan melalui penyidikan.

Di tengah polemik ini, publik kembali menyoroti pernyataan Ferry beberapa waktu lalu yang membahas soal penangkapan seorang diduga intel dalam aksi demo akhir Agustus 2025.

Dalam siniar YouTube Rakyat Bersuara, Ferry menyoroti perbedaan klaim antara polisi dan TNI terkait kasus tersebut.

“Satu berita muncul, ternyata ditangkap salah satu perusuh aksi provokasi itu pegang identitas tentara, dan Puspen TNI bilang hoaks. Itu yang mau saya tanyakan, siapa yang harus kita percaya, polisi atau TNI?” kata Ferry.

Baca Juga: Prabowo reshuffle kabinet, bentuk Kementerian Haji dan Umrah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X