Mahfud MD sarankan kontroversi Ferry Irwandi vs Dansat Siber TNI tak perlu diperpanjang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 15:21 WIB
Eks Menko Polhukam RI, Mahfud MD (kanan) menyoroti terkait kontroversi influencer, Ferry Irwandi (kiri) dengan Dansat Siber TNI (Instagram.com/@irwandiferry - @mohmahfudmd)
Eks Menko Polhukam RI, Mahfud MD (kanan) menyoroti terkait kontroversi influencer, Ferry Irwandi (kiri) dengan Dansat Siber TNI (Instagram.com/@irwandiferry - @mohmahfudmd)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, menanggapi kontroversi antara influencer Ferry Irwandi dengan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring.

Ia menilai polemik tersebut sebaiknya tidak dibawa ke ranah hukum.

Kasus ini mencuat usai Juinta mengungkap adanya dugaan tindak pidana oleh Ferry Irwandi setelah demonstrasi besar menolak DPR RI pada akhir Agustus 2025 lalu.

Baca Juga: Bupati Subang raih penghargaan nasional, ekonomi kreatif jadi motor baru perekonomian daerah

Ferry, yang juga CEO Malaka Project, sempat menyatakan bahwa “untung kita bisa menggagalkan rencana darurat militer,” yang kemudian dianggap memfitnah TNI.

Dalam siniar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Kamis, 11 September 2025, Mahfud menjelaskan duduk persoalan tersebut. Menurutnya, langkah TNI sejauh ini masih sebatas diskusi dengan Polri, bukan laporan resmi.

“Itu baru sebatas dikaji apakah bisa diproses hukum atau tidak. Jadi belum ada laporan resmi,” ujar Mahfud.

Baca Juga: Tantowi Yahya bela Menkeu Purbaya: Baru sehari dirujak, mari kasih kesempatan bekerja

Guru Besar Hukum Tata Negara itu menegaskan, pernyataan Ferry juga tak sepenuhnya salah karena isu darurat militer memang sudah beredar di publik.

“Apa yang disampaikan Ferry bagian saja dari aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Mahfud kemudian menyarankan agar kasus ini tidak diperpanjang. Jika dibawa ke pengadilan, menurutnya, justru bisa memunculkan kekacauan baru karena melibatkan banyak saksi dan pejabat.

“Lebih baik tidak diperpanjang. Kalau berlanjut, nanti bisa makin kacau,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo sepakati usulan GNB, tim reformasi kepolisian segera dibentuk

Meski begitu, Mahfud tidak menutup ruang hukum jika memang ada bukti kuat dari pihak TNI. Namun ia menekankan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X