Ferry Irwandi abaikan kontroversinya, soroti nasib demonstran hilang usai aksi akhir Agustus

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 14 September 2025 | 08:18 WIB
Influencer, Ferry Irwandi ingatkan publik terkait nasib para demonstran yang hilang dalam aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 (YouTube.com / Ferry Irwandi)
Influencer, Ferry Irwandi ingatkan publik terkait nasib para demonstran yang hilang dalam aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 (YouTube.com / Ferry Irwandi)

GENMILENIAL.ID – Influencer sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali mencuri perhatian publik.

Meski tengah diterpa kontroversi usai namanya disebut dalam dugaan tindak pidana oleh Satuan Siber (Satsiber) TNI, Ferry justru menekankan agar publik lebih fokus pada isu lain yang ia sebut jauh lebih penting.

Lewat kanal YouTube pribadinya pada Jumat 12 September 2025, Ferry meminta masyarakat tidak mencemaskan kasus dirinya, melainkan mempedulikan nasib para demonstran yang hilang pasca aksi unjuk rasa besar pada akhir Agustus lalu.

Baca Juga: Tren PHK tak surut, Jawa Barat kembali catat angka tertinggi di Indonesia

“Sekali lagi saya minta, kalian jangan fokus ke urusan saya ataupun tuntutan ke saya, ataupun ancaman, ataupun hal-hal yang berusaha dilakukan ke saya," kata Ferry

"Saya hanya satu orang, tapi ada ratusan atau bahkan ribuan teman kita yang masih tertangkap. Ada beberapa orang yang masih hilang,” tambahnya.

Ia menilai jika masyarakat terlalu terpaku pada sosok dirinya, maka korban lain bisa makin terabaikan.

Ferry bahkan membuka ruang komunikasi bagi warga yang ingin melaporkan kerabat atau teman yang hilang setelah aksi demonstrasi.

Baca Juga: Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Al-Hidayah Subang, jamaah diajak teladani Rasulullah sepanjang zaman

“Kalau ada keluarga atau teman yang hilang, kalian bisa lapor langsung ke KontraS atau bahkan ke gua lewat pesan pribadi. Kita harus saling bantu,” katanya.

Selain menyinggung soal demonstran, Ferry juga menyampaikan kritik terhadap kondisi pemerintahan saat ini.

Menurutnya, stabilitas hanya bisa dijaga jika pemerintah mampu menyejahterakan masyarakat.

“Selama pemerintahan bisa membahagiakan masyarakatnya, mencukupi kebutuhannya, maka pemerintahan itu akan berjalan baik," katanya.

Baca Juga: Timnas U-23 gagal ke Piala Asia 2026, Coach Justin: Vanenburg kehilangan pemain selevel era Shin Tae-yong

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X