Layar super komputer Pentagon menyala: Opera Bayangan di Gurun Merah!
Malam itu, di kedalaman bumi Iran, tiga fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan berdenyut seperti jantung-jantung raksasa yang tersembunyi.
Di atasnya, langit beriak dalam warna ungu tua, bukan karena senja, melainkan karena getaran aneh dari udara itu sendiri.
Di Washington, di Ruang Situasi Gedung Putih, Donald Trump menatap peta yang bukan peta, melainkan permadani tua Persia yang gambarnya terus berubah, memunculkan wajah-wajah tersembunyi dan siluet rudal yang meluncur.
Jemarinya yang besar menari di atas permadani, seolah memainkan melodi yang hanya ia yang bisa dengar.
"Fordow," bisiknya, suaranya seperti gema dari kaleng biskuit kosong, "Natanz... Isfahan. Tiga titik, tiga bisikan neraka."
Di depannya, bayangan Benjamin Netanyahu menari-nari di dinding, memanjang dan memendek seiring nyala lilin yang entah dari mana.
Netanyahu tidak berbicara, hanya mengusap-usap janggutnya yang tipis, matanya memancarkan kegembiraan kering, seperti pasir yang menanti hujan.
Sesekali, dari bibir bayangan itu, terdengar desisan pelan, "Eksistensial... eksistensial..."
Baca Juga: Iran ancam balasan usai serangan AS, sebut langgar hukum internasional dan piagam PBB
Jauh di suatu tempat di Teheran, Ayatollah Ali Khamenei duduk di singgasana yang terbuat dari tumpukan buku-buku tua.
Ia tidak melihat bulan, tidak pula bintang. Ia hanya menatap ke dalam cangkir teh yang asapnya membentuk pusaran-pusaran fatwa.
Di benaknya, B-2 Spirit bukan pesawat, melainkan kupu-kupu hitam raksasa yang kepakan sayapnya membawa gemuruh di perut bumi. Ia merasakan denyutan itu, seperti denyutan jantungnya sendiri.
Artikel Terkait
CERPEN: Duel drone di langit Haifa
SBY soroti konflik Iran vs Israel: Dunia bisa di ambang malapetaka jika lima pemimpin dunia salah langkah
AS tuding Iran siap produksi bom nuklir dalam hitungan pekan, Trump kumpulkan Dewan Keamanan Nasional
Konflik Iran-Israel dan arsitektur baru Timur Tengah: Perspektif peneliti UI
Iran-Israel memanas, TNI siap evakuasi 126 WNI dari wilayah konflik
Trump klaim hancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, ancam serangan lebih besar jika perdamaian ditolak
Iran ancam balasan usai serangan AS, sebut langgar hukum internasional dan piagam PBB