CERPEN: Kupu-kupu hitam di langit Teheran

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Minggu, 22 Juni 2025 | 23:02 WIB
Ilustrasi - Kupu-kupu hitam di langit Teheran
Ilustrasi - Kupu-kupu hitam di langit Teheran

Layar super komputer Pentagon menyala: Opera Bayangan di Gurun Merah!

Malam itu, di kedalaman bumi Iran, tiga fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan berdenyut seperti jantung-jantung raksasa yang tersembunyi.

Di atasnya, langit beriak dalam warna ungu tua, bukan karena senja, melainkan karena getaran aneh dari udara itu sendiri.

Di Washington, di Ruang Situasi Gedung Putih, Donald Trump menatap peta yang bukan peta, melainkan permadani tua Persia yang gambarnya terus berubah, memunculkan wajah-wajah tersembunyi dan siluet rudal yang meluncur.

Baca Juga: FKSS Jabar desak pemerintah perhatikan sekolah swasta: Banyak sekolah tutup akibat minim peminat di SPMB 2025

Jemarinya yang besar menari di atas permadani, seolah memainkan melodi yang hanya ia yang bisa dengar.

"Fordow," bisiknya, suaranya seperti gema dari kaleng biskuit kosong, "Natanz... Isfahan. Tiga titik, tiga bisikan neraka."

Di depannya, bayangan Benjamin Netanyahu menari-nari di dinding, memanjang dan memendek seiring nyala lilin yang entah dari mana.

Netanyahu tidak berbicara, hanya mengusap-usap janggutnya yang tipis, matanya memancarkan kegembiraan kering, seperti pasir yang menanti hujan.

Sesekali, dari bibir bayangan itu, terdengar desisan pelan, "Eksistensial... eksistensial..."

Baca Juga: Iran ancam balasan usai serangan AS, sebut langgar hukum internasional dan piagam PBB

Jauh di suatu tempat di Teheran, Ayatollah Ali Khamenei duduk di singgasana yang terbuat dari tumpukan buku-buku tua.

Ia tidak melihat bulan, tidak pula bintang. Ia hanya menatap ke dalam cangkir teh yang asapnya membentuk pusaran-pusaran fatwa.

Di benaknya, B-2 Spirit bukan pesawat, melainkan kupu-kupu hitam raksasa yang kepakan sayapnya membawa gemuruh di perut bumi. Ia merasakan denyutan itu, seperti denyutan jantungnya sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X