AS tuding Iran siap produksi bom nuklir dalam hitungan pekan, Trump kumpulkan Dewan Keamanan Nasional

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 20 Juni 2025 | 14:57 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Jumat, 20 Juni 2025.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat (AS) menuding bahwa Iran telah siap memproduksi bom nuklir dalam waktu dekat.

Dalam pernyataan resmi di Gedung Putih, juru bicara Karoline Leavitt mengungkapkan bahwa Iran telah memiliki seluruh komponen dan kemampuan teknis yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.

"Iran telah memiliki semua kebutuhan untuk punya senjata nuklir. Tinggal menunggu arahan dari Pemimpin Tertinggi, maka dalam hitungan pekan, Iran bisa memproduksi senjata tersebut," ujar Leavitt, dikutip dari New York Times, Jumat, 20 Juni 2025.

Baca Juga: Dishub Subang tegaskan: Taati aturan ODOL demi keselamatan dan keadilan di jalan raya

Pernyataan itu muncul tak lama setelah serangkaian serangan rudal Iran ke wilayah Israel, termasuk kota Tel Aviv, Ramat Gan, Holon, dan Rumah Sakit Soroka di Beersheba.

Dilaporkan lebih dari 270 warga Israel mengalami luka akibat serangan pada Kamis pagi.

Sebagai respons atas situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumpulkan Dewan Keamanan Nasional guna membahas sejumlah opsi, termasuk kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Rapat tersebut digelar di Situation Room, kompleks ruang bawah tanah Gedung Putih yang biasa digunakan untuk pertemuan intelijen tingkat tinggi.

Baca Juga: DPRD Subang desak penegakan tegas Perbup pembatasan jam operasional truk berat

Menurut laporan Reuters, Presiden Trump sebelumnya juga telah mengadakan rapat tertutup bersama para pejabat intelijen untuk meninjau perkembangan terkini di Timur Tengah serta kemungkinan ancaman nuklir dari Iran.

Langkah-langkah agresif ini memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi eskalasi besar-besaran yang melibatkan kekuatan nuklir di kawasan yang telah lama dilanda konflik.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Iran terkait tudingan AS tersebut.

Namun sejumlah analis menilai bahwa pernyataan AS dapat menjadi titik awal konfrontasi langsung jika tidak diredam melalui jalur diplomasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Reuters, New York Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X