Dengan begitu kita mendapatkan dua manfaat sekaligus: risiko lebih mudah dikendalikan dan manfaat ekonomi lebih merata.
Jadi, jangan hanya bertanya: Dapur mana yang harus ditutup? Mulailah bertanya: Apakah dapurnya memang harus sebesar itu?
Pecah dapurnya. Perketat standarnya. Pendekkan distribusinya. Perbanyak pelakunya. Dapur 3.000 porsi mungkin terlihat efisien.
Tetapi kalau enam dapur berkapasitas 500 porsi membuat proses lebih mudah dikontrol sekaligus membuka kesempatan kepada lebih banyak pelaku usaha, mengapa kita tidak berani mencobanya?
MBG jangan menjadi bisnis besar yang hanya bisa dimasuki orang bermodal besar.
Uang negara yang begitu besar seharusnya bukan hanya membagi jutaan porsi makanan, tetapi juga membagi kesempatan ekonomi kepada sebanyak mungkin rakyat Indonesia.
Agus Sulistriyono - CEO Promedia Group