GENMILENIAL.ID — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 dan melibatkan siswa dari tiga sekolah di kawasan Berastagi. Mereka kemudian harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Data yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus pada Kamis sore mencatat sedikitnya 269 siswa menunjukkan gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan.
Baca Juga: Suplai air ke Pelabuhan Patimban masih 2 liter per detik, Perumda TRS bidik APBN 2027
Dari jumlah tersebut, 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama.
“Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya,” ujar Zulkarnain kepada awak media.
Ratusan siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan
Besarnya jumlah siswa yang mengalami gejala membuat proses evakuasi berlangsung cukup intensif. Para siswa dari sekolah masing-masing kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Sejumlah fasilitas kesehatan yang menerima pasien di antaranya Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
Baca Juga: Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka
Kondisi evakuasi tersebut juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @fakta_medan, sejumlah ambulans terlihat datang ke SMAN 1 Berastagi untuk menjemput siswa.
Proses evakuasi disebut berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Para siswa tampak dibawa menggunakan berbagai sarana, mulai dari tandu, brankar pasien, hingga kursi roda.
Video lainnya memperlihatkan suasana ruang IGD yang dipenuhi siswa. Beberapa di antaranya terlihat mengalami mual dan menangis saat mendapatkan penanganan.
Kondisi tersebut membuat penanganan terhadap para siswa dilakukan secara bersamaan di sejumlah fasilitas kesehatan guna mengantisipasi bertambahnya pasien.
Artikel Terkait
Kasus tata kelola MBG Lodewyk Pusung: Isi chat dengan istri jadi bukti yang dikantongi Kejagung
Jejak skandal Dadan Hindayana cs maling duit MBG: Dari dugaan SPPG bodong hingga mark up harga motor BGN
Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?
Diduga gegara konsumsi menu MBG basi, 707 warga sekolah di SMKN 6 Semarang alami keracunan massal
Terperosok ke area bibir pantai, kecelakaan mobil MBG di Madura mendadak viral di medsos
Dapur MBG wajib kantongi sertifikat SLHS, BGN beri target waktu singkat
Kepala SPPG Karanganyar muntah-muntah usai cicip menu MBG, 94 ompreng ditarik usai sempat dikirim ke sekolah