Sebab keduanya adalah denyut nadi peradaban. Di sanalah manusia belajar menangis, mencintai, dan berharap.
Maka, pertanyaannya kini, di tengah dunia yang semakin bising oleh kata-kata, masihkah kita mendengarkan makna yang tersembunyi di dalamnya?
Masihkah kita membaca untuk memahami, bukan hanya untuk melewati waktu? Dan lebih jauh lagi — masihkah kita menulis, bukan untuk menambah kebisingan, tetapi untuk menyalakan cahaya?
Sebab mungkin, di balik setiap kalimat yang ditulis dengan kesadaran, bangsa ini masih memiliki harapan untuk menemukan dirinya kembali.
Fileski Walidha Tanjung adalah seorang penulis pendidik yang lahir di Madiun 1988. Aktif menulis esai, puisi, dan cerpen di berbagai media nasional. Mengajar seni budaya di SMAN 2 Madiun. Juga aktif berkarya musik bersama Paperland.