esai

ESAI : Ternyata tahun kejutan

Jumat, 27 Desember 2024 | 02:18 WIB
Lukman Nurhakim, Direktur Utama Perumda TRS

Tahun ini memang banyak yang terjadi. Banyak kejutan. Perubahan sistem, aturan, tata kelola, lahirnya TRS Water hingga yang sempat mengguncang, bencana longsor mata air.

Semua perubahan itu ada yang sudah dipersiapkan jauh hari, pelan-pelan maupun dadakan. Di atas kesadaran bahwa, Perumda Tirta Rangga Subang harus lebih baik. Tata kelola BUMD 'ahli air' ini harus shifting lebih efisien, produktif dan digital.

Tak ada hingar bingar apapun dilakukan di tahun 2023 lalu. Kecuali perayaan HUT RI dan undian untuk pelanggan. Sebab itu wajib, hak pelanggan.

Di tahun 2023 kami berusaha fokus melakukan perbaikan sistem, tata kelola, revisi SOP dan peraturan direksi yang sudah tidak sesuai hingga digitalisasi.

Baca Juga: Netizen rujak Mr Bert usai terbukti berikan klaim palsu soal ransomware BRI, salah satunya dibilang buzzer

Tahun 2024 kami eksekusi program inovasi yang sudah kami rencanakan. Tak lupa, kami melakukan re-strukturisasi. Agar perusahaan ini lebih lincah dan adaptif.

Langkah awal yang kami coba lakukan adalah digitalisasi pembayaran rekening air. Saat itu, kondisinya masih 40 persen digital dan sisanya 60 persen manual.

Pelanggan masih ada yang ditagih langsung atau kolektif ke koordinator pelanggan. Kami pun sepakat untuk upgrade sistem. Agar pelanggan mudah membayar secara online.

Kami hubungi semua operator merchant pembayaran hingga payment point online bank (PPOB). Kami ingin pelanggan merdeka membayar secara online.

Baca Juga: 3 Alasan PDIP sebut nama Jokowi dalam kasus korupsi Hasto Kristiyanto, salah satunya terkait motif politik!

Sambil rebahan, nonton bola, ngopi atau apapun tinggal klik. Bisa di mana saja, toko modern, kantor pos, m-banking dan beragam aplikasi pembayaran.

Sebagian besar kasir di 16 cabang-unit kami tutup. Sebab, perubahan sistem pembayaran harus diikuti perubahan perilaku pelanggan. Tidak bisa dadakan. Perlu pembiasaan.

Misalnya, dulu kita bayar tol secara tunai, begitu diubah ke kartu (digital) tidak langsung berubah, perlu waktu.

Banyak yang marah karena merasa ribet. Bahkan masih bisa bayar di gerbang tol paling kiri, khusus bagi mereka yang lupa isi kartu tol atau saldo kurang.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB