esai

ESAI : Kurikulum yang memberdayakan

Jumat, 3 Mei 2024 | 17:17 WIB
Idris Apandi, Praktisi Pendidikan

Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang berdampak terhadap peserta didik. 

Baca Juga: 6 Tips menarik investor untuk berinvestasi di daerah, pilar penting pembangunan ekonomi lokal 

Pengetahuan bukan untuk dihapal, tetapi untuk dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan. 

Oleh karena itu, proses pembelajaran harus memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. 

Pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran menyibak (inquiry) dan menemukan (discovery), atau pembelajaran berbasis proyek bisa menjadi alternatif bagi guru untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. 

Pembelajaran disebut menyenangkan jika ada partisipasi aktif dari peserta didik. Sedangkan pembelajaran disebut bermakna jika ada internalisasi nilai-nilai kebaikan dan berdampak terhadap peserta didik. 

Baca Juga: Bagi kepala daerah, ini 7 tips menjaga iklim investasi agar tetap kondusif

Selain itu, tipe-tipe pembelajaran tersebut juga dapat membangun kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill).

Guru adalah ujung tombak pelaksanaan kurikulum. Sebaik apapun konsep kurikulum, kuncinya ada pada guru. 

Jika guru mampu memahami dan mengimplementasikannya dengan baik, maka tujuan kurikulum akan tercapai. 

Sebaliknya, jika guru kurang cakap dalam memahami dan mengimplementasikannya, maka tujuan kurikulum akan sulit tercapai.

Baca Juga: 7 Tips memelihara hubungan anggota keluarga agar tetap harmonis

Kurikulum bukan hanya sekadar tumpukan kertas dan menjadi dokumen mati. Kurikulum harus hidup dan dihidupkan oleh guru dalam proses pembelajaran. 

Kurikulum Merdeka yang saat ini diimplementasikan oleh pemerintah membuka ruang bagi guru untuk menghidupkan kurikulum melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif. 

Pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran yang disesuaikan dengan minat, kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik adalah bentuk layanan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB