Surat yang tak pernah dimakamkan
Aku dilahirkan dari mata yang tak pernah tidur
pada malam-malam di mana sunyi mencekam
Tinta yang membawaku lahir,
dari rahim seorang wanita yang tak memiliki mimbar
yang berteriak, memekik, bersuara lewat kertas-kertas.
Aku bukan surat cinta.
aku menyapa dengan bara yang dirajut halus
oleh gadis Jepara bersanggul kata-kata.
Di tubuhku, kau bisa temukan luka yang dijilid
dan logika yang dipaksa tunduk pada penindasan.
Gurunya memberinya angka-angka kerdil
tapi pikirannya terus menjulang,
lebih tinggi dari menara yang dibangun penjajah.
Ia tidak minta dihormati,
ia hanya ingin bertanya:
“Mengapa akal sehat harus jongkok di hadapan status sosial?”
Aku menangis dalam amplop.
Bukan karena sedih, tapi karena tahu:
ada perlawanan yang begitu sunyi,
mengguncang kekuasaan yang rakus.
Baca Juga: Dilecehkan oleh dokter saat rawat inap sendiri di RS Swasta Malang, korban lakukan tindakan tegas
Aku menyaksikannya menulis dengan bahasa luka,
mengirimku ke dunia yang tidak siap membaca perempuan.
Sebagai manusia, ia mati muda,
dibalsem dengan kata “pahlawan”
dan dikubur dengan kebaya,
dirias agar pantas diceritakan pada anak-anak..
Padahal ia belum selesai bersuara,
ia bukan sekadar foto pajangan di dinding,
ia adalah senjata.
Sekarang aku terdampar di perpustakaan yang sunyi,
dikerubungi debu dan upacara seremonial.
Anak-anak menari di atas tulang kata-kata,
tapi tak satupun membacaku dengan mata terbuka.
Baca Juga: Diduga lakukan kekerasan pada pemain sirkus, Taman Safari Indonesia mengaku tidak ada keterlibatan
Dengarlah, generasi yang sibuk menggulung rambut,
yang berhias rapi di pagi perayaan:
Aku, surat yang ditulis oleh tangan yang membara,
oleh ia yang masih hidup dalam jiwa.
Aku belum pensiun dari perang.
Aku menunggu untuk dibaca.
Dan jika kau benar-benar ingin merayakan Kartini—
jangan hanya memakai kebaya.
Pakai juga keberaniannya
Bukalah aku.
Bacalah aku.
Lantangkan suaraku.
21 April 2025
Fileski Walidha Tanjung, penulis kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis esai, puisi, cerpen, di berbagai media nasional
Artikel Terkait
Sambut Hari Kartini, Srikandi Polres Subang bagikan sembako dan kantong ketupat pada warga membutuhkan
Profil dan perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan pendidikan bagi perempuan Jawa
Dihadiri Kadis LH, Ekspos Adiwiyata Provinsi SDN RA Kartini tampilkan seni budaya dan kerajinan barang bekas
Hari Kartini, mengenang perjuangan pahlawan emansipasi wanita
Peringati Hari Kartini, Menteri PPPA ajak perempuan Indonesia teladani perjuangan RA Kartini
RA Kartini, suarakan emansipasi wanita di tengah tatanan tradisional, ini yang diperjuangkanya
BBPOM Bandung lakukan sertifikasi PJAS di SDN RA Kartini, ini hasil yang diharapkan